TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia telah mengumumkan kesiapan untuk meluncurkan Program Magang Nasional Batch 4 pada bulan Juli 2026 mendatang. Program berskala nasional ini ditargetkan untuk menjaring sebanyak 150.000 peserta yang ingin meningkatkan kompetensi kerja mereka di berbagai sektor industri.
Pelaksanaan program ambisius ini didukung penuh oleh alokasi anggaran belanja negara yang nilainya mencapai Rp4,14 triliun. Dana besar ini secara spesifik disiapkan untuk memfasilitasi kebutuhan pengembangan keahlian dan pengalaman kerja bagi seluruh peserta yang lolos seleksi.
Kepastian mengenai jadwal pelaksanaan dan besaran dana tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung program peningkatan sumber daya manusia ini.
"Terkait dengan program magang nasional dan batch 4 ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150.000 daripada peserta dengan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sebelum Batch 4 diluncurkan, Kementerian Ketenagakerjaan tengah merumuskan ulang skema pembiayaan untuk program magang ini. Otoritas ketenagakerjaan berencana untuk mulai mendorong kontribusi finansial dari pihak dunia usaha yang menjadi mitra pemerintah.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengutarakan keinginannya agar perusahaan mitra tidak hanya bertindak sebagai tempat pembelajaran semata, tetapi juga ikut serta mendukung penyediaan uang saku bagi para pemagang. Hal ini muncul setelah evaluasi menunjukkan beban uang saku sepenuhnya ditanggung anggaran pusat sejak Oktober 2025 hingga April 2026.
"Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun ya tentu tidak dominan. Ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan," ujar Menaker Yassierli.
Konsep pembiayaan bersama ini dianggap sangat penting untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang lebih besar dari korporasi terhadap kualitas pemagang yang mereka bimbing. Dengan demikian, perusahaan diharapkan lebih ketat dalam mengawasi performa dan memberikan bimbingan secara berkala.
Peningkatan keterlibatan dunia usaha ini juga dinilai akan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengawasan kerja yang dilakukan. Tercatat bahwa beberapa korporasi sudah menunjukkan kedisiplinan dalam menyampaikan laporan performa pemagang secara rutin.