TREN.BISNISMARKET.COM - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah mengesahkan perubahan signifikan dalam struktur kepengurusan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis, 14 Mei 2026. Langkah restrukturisasi ini merupakan bagian integral dari upaya transformasi berkelanjutan perseroan.
Perubahan ini mencakup perombakan susunan jajaran direksi dan komisaris, dengan tujuan utama memperkuat fondasi operasional dan bisnis maskapai penerbangan nasional tersebut. RUPST ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah strategis perusahaan ke depan.
Salah satu keputusan penting yang disetujui oleh para pemegang saham adalah penunjukan Frans Dicky Tamara untuk menduduki posisi sebagai Direktur Human Capital and Corporate Service. Posisi ini sebelumnya diisi oleh Eksitarino Irianto.
Dilansir dari Money, penyesuaian di tingkat direksi ini berdampak pada posisi Frans Dicky Tamara sebelumnya, di mana ia harus mengosongkan kursinya di jajaran komisaris. Pengunduran dirinya telah disetujui sesuai dengan penempatan barunya.
Menyusul perpindahan Frans Dicky Tamara, RUPST juga meresmikan pengangkatan Sugito Anjasmoro sebagai anggota Dewan Komisaris yang baru. Sugito akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Frans Dicky Tamara.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa penyegaran manajemen ini merupakan upaya kolektif yang diarahkan untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan komitmen manajemen puncak terhadap perbaikan kinerja.
Glenny Kairupan juga menekankan harapan besar terhadap susunan manajemen yang baru ini dalam mendorong percepatan pemulihan perusahaan. "Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara," ujar Glenny dalam keterangan tertulis.
Penyegaran organisasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi kepentingan negara, seiring dengan upaya Garuda Indonesia untuk menjadi maskapai yang lebih tangguh di kancah penerbangan nasional maupun internasional.
Rapat tahunan tersebut dihadiri oleh perwakilan pemegang saham yang mewakili sebanyak 384,27 miliar lembar saham, atau setara dengan 94,39 persen dari total saham perusahaan. Tingginya tingkat partisipasi ini mengindikasikan adanya dukungan kuat dari pemegang saham terhadap arah kebijakan strategis yang ditetapkan.