TREN.BISNISMARKET.COM - Pergeseran signifikan tengah terjadi dalam peta produksi susu sapi perah di Jawa Tengah, dengan fokus pengembangan kini diarahkan ke kawasan Pantai Utara (Pantura). Tiga kabupaten, yaitu Batang, Pekalongan, dan Brebes, diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi industri susu di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini diluncurkan dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan susu dalam negeri yang selama ini masih sangat bergantung pada pasokan impor. Selain itu, pengembangan ini juga krusial untuk menyuplai kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu yang mulai berkembang di kawasan industri Batang.
Kabupaten Batang dan Pekalongan telah memulai inisiatif pengembangan ternak sapi perah secara intensif dalam upaya memperkuat sektor peternakan lokal. Kehadiran sentra baru di Pantura ini disambut positif sebagai angin segar bagi ekosistem industri meskipun populasi sapinya belum menyaingi sentra produksi lama.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Andiningtyas Mula Pertiwi, menjelaskan bahwa pembangunan pabrik susu skala besar di Batang menjadi pemicu utama pengembangan peternakan di wilayah tersebut. Sebagai tahap awal, Kecamatan Reban di Batang kini telah menampung sekitar 150 ekor sapi perah.
"Selama ini produksi susu sapi perah didominasi daerah di Jawa Tengah bagian selatan dan tengah, kini sejumlah daerah di Pantura juga ikut mengembangkan sapi perah menyusul berdirinya pabrik susu di Batang," ujar Andiningtyas Mula Pertiwi.
Salah satu proyek dengan ambisi terbesar adalah pengembangan Mega Farm yang berlokasi di Kabupaten Brebes. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menargetkan fasilitas di Brebes ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi total produksi susu nasional.
Agung Suganda memproyeksikan bahwa kontribusi dari Mega Farm Brebes ini bisa mencapai hingga 18 persen dari seluruh produksi susu di Indonesia. Angka ini dianggap sangat penting mengingat produksi susu domestik saat ini baru sekitar 1 juta ton per tahun dari total kebutuhan nasional yang mencapai 4,7 juta ton.
"With tambahan produksi dari Brebes yang cukup signifikan, kita dapat menekan ketergantungan impor dan berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah untuk menyamai Provinsi Jawa Timur," tegas Agung Suganda.
Untuk mempercepat tercapainya target peningkatan produksi tersebut, pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mendatangkan 40 ekor sapi perah unggul yang berasal dari Australia pada tahun ini. Sapi-sapi impor ini akan dimanfaatkan tidak hanya untuk produksi susu langsung tetapi juga sebagai bibit unggul.