TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui entitasnya, PLN Indonesia Power, secara resmi mulai memperluas lingkup bisnisnya ke kancah internasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui upaya pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di negara Bangladesh.
Ekspansi signifikan di sektor energi baru terbarukan (EBT) ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan pada bulan Mei 2026. Kerja sama ini melibatkan konglomerasi terkemuka asal Bangladesh, yakni Bay Group.
Kolaborasi strategis ini membuka peluang bagi PLN Indonesia Power untuk ambil bagian dalam potensi kapasitas PLTS yang sangat besar, yakni mencapai 495 megawatt (MW). Proyek ambisius ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam penetrasi pasar energi bersih global.
Dilansir dari Suara, proyek PLTS ini sejalan dengan visi pengembangan infrastruktur hijau yang sedang digalakkan oleh Bangladesh Power Development Board (BPDB). Rencananya, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut akan tersebar di sepuluh lokasi terpilih yang dinilai strategis di berbagai wilayah Bangladesh.
Kemitraan dengan Bay Group ini memberikan kesempatan kepada PLN Indonesia Power untuk berpartisipasi dalam proses tender resmi yang akan datang. Momentum internasional ini dianggap penting untuk diversifikasi dan perluasan portofolio bisnis energi bersih perusahaan di luar negeri.
Dalam kerangka implementasi proyek ini, Bay Group secara resmi menunjuk anak usahanya, yaitu Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD (CUSP). CUSP merupakan perusahaan afiliasi yang berbasis di Denmark dan Bangladesh, dengan fokus utama pada sektor pengembangan energi surya.
Prosesi penandatanganan kesepakatan penting ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, bersama Managing Director Bay Group, Ziaur Rahman, serta Chairman CUSP. Acara tersebut juga disaksikan oleh Direktur Sumber Daya dan Industrialisasi Kementerian Luar Negeri RI, Awidya Santikajaya.
Mengenai langkah awal ini, Bernadus Sudarmanta menyampaikan optimisme terhadap kemitraan tersebut. "Ini merupakan langkah pertama bagi kami di Bangladesh, besar harapan kami proyek ini akan berjalan dengan baik. Kami menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global," ujar Bernadus di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Lebih lanjut, Direktur Utama PLN Indonesia Power menekankan komitmen perusahaan terhadap agenda global terkait energi. "Keterlibatan aktif perusahaan dalam proyek PLTS di Bangladesh menjadi bukti nyata komitmen kuat dalam mendukung percepatan agenda transisi energi global. Langkah ini juga diproyeksikan mampu mengukuhkan posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam industri pembangkitan berbasis energi ramah lingkungan," tambah Bernadus.