TREN.BISNISMARKET.COM - Pada perdagangan hari Jumat, 29 Mei 2026, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi sorotan utama di pasar modal Indonesia setelah sejumlah sekuritas memberikan panduan investasi yang optimis. Para investor menaruh perhatian besar terhadap pergerakan harga saham emiten batu bara ini, mencari peluang untuk mengoptimalkan potensi keuntungan.
KB Valbury Sekuritas secara spesifik merekomendasikan strategi beli untuk perdagangan harian saham AADI, seperti yang dilansir dari Investor Daily. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal dan sentimen pasar yang positif terhadap kinerja perusahaan belakangan ini.
Perusahaan sekuritas tersebut telah menetapkan kisaran harga masuk potensial yang menarik bagi para pemodal. Investor disarankan untuk mempertimbangkan pembelian di level harga antara Rp 8.250 hingga Rp 8.325 per lembar saham.
Analisis teknikal yang dilakukan oleh KB Valbury Sekuritas mengindikasikan batas bawah harga saham berada di angka Rp 8.250, sementara batas atas ditetapkan pada level Rp 8.400. Pergerakan harga pada sesi penutupan sebelumnya menunjukkan saham AADI berhasil bertahan di harga Rp 8.325.
KB Valbury Sekuritas memberikan peringatan penting bagi para trader mengenai titik kritis harga saham tersebut. "Waspada jika harga menembus Rp 8.250. Stop loss di level Rp 8.100," tulis KB Valbury Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Jumat (29/5/2026).
Kinerja saham AADI menunjukkan tren penguatan yang cukup signifikan dalam jangka pendek, dengan kenaikan sebesar 1,2 persen sepanjang pekan sebelumnya. Meskipun sempat terkoreksi 23,6 persen dalam sebulan terakhir, performa sepanjang tahun berjalan masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 19,3 persen.
Fondasi fundamental perusahaan semakin diperkuat oleh keputusan penting dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada 22 Mei 2026. RUPS tersebut telah mengesahkan pembagian total dividen untuk tahun buku 2025 senilai US$ 450 juta, atau setara dengan Rp 7,9 triliun.
Kebijakan dividen ini menunjukkan rasio pembayaran dividen sebesar 59 persen dari total keuntungan perusahaan yang berhasil diraih. Pembagian ini menghasilkan nilai dividen final sebesar US$ 0,026 atau setara Rp 453 per saham, berdasarkan nilai tukar rupiah saat itu yakni Rp 17.654 per dolar AS.
Sebelumnya, Adaro juga telah merealisasikan pembagian dividen interim senilai Rp 538 per lembar saham kepada para investor pada bulan November 2025. Hal ini semakin mengukuhkan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.