TREN.BISNISMARKET.COM - Sektor properti di Indonesia diprediksi akan mengalami fase pertumbuhan signifikan atau booming dalam kurun waktu dua tahun ke depan, tepatnya pada tahun 2028. Prediksi ini disampaikan oleh seorang pengamat properti terkemuka di Indonesia.
Panangian Simanungkalit menjadi narasumber utama yang mengemukakan proyeksi optimis mengenai sektor investasi properti di tanah air. Prediksi ini disampaikan pada hari Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Panangian, momentum kebangkitan sektor properti ini sangat erat kaitannya dengan kondisi ekonomi makro nasional yang menunjukkan tren positif. Selain itu, stabilisasi harga komoditas global juga turut menjadi pendorong utama.
"Perkiraan saya, 'booming' properti itu akan terjadi sekitar dua tahun dari sekarang," ujar Panangian Simanungkalit saat memberikan pandangannya.
Indikator positif ini diperkuat oleh data perekonomian Indonesia yang berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama tahun berjalan. Data historis sering menunjukkan bahwa penguatan harga komoditas global biasanya diikuti oleh peningkatan tajam di sektor properti.
Panangian menjelaskan siklus yang ia amati dalam pergerakan pasar tersebut. "Setelah rupiah stabil, emas dan komoditas mencapai puncak lalu melandai, maka giliran properti yang akan naik. Properti akan mengikuti tren stabilitas tersebut," jelas Panangian Simanungkalit.
Meskipun tantangan geopolitik global masih menimbulkan gejolak pada harga komoditas seperti minyak dan emas, perekonomian domestik diprediksi akan mencapai titik stabil dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Ia menekankan pentingnya mengambil langkah investasi sebelum euforia pasar terjadi. "Waktu yang tepat adalah ketika banyak orang masih ragu. Jika sudah terlihat bangkit, harga properti pasti sudah tinggi dan momentumnya terlambat," tambah Panangian Simanungkalit.
Faktor pendukung lainnya datang dari kebijakan fiskal pemerintah yang pro-pertumbuhan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengambil langkah strategis untuk mempertahankan daya beli masyarakat.