TREN.BISNISMARKET.COM - PT Henan Putihrai Sekuritas secara resmi mengeluarkan rekomendasi beli untuk saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjelang penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Rekomendasi ini dikeluarkan setelah saham BREN mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai batas auto reject atas sebesar 25 persen, menyentuh level harga Rp 3.300 per lembar.
Keputusan ini diambil oleh tim riset Henan Putihrai Sekuritas berdasarkan analisis fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan perusahaan di sektor energi terbarukan. Perusahaan melihat adanya potensi jangka panjang yang substansial dari strategi ekspansi yang sedang dijalankan oleh BREN.
Target harga yang ditetapkan oleh sekuritas tersebut untuk saham BREN adalah sebesar Rp 3.890 per lembar saham. Target ini mencerminkan optimisme terhadap kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangannya di masa mendatang.
Dilansir dari Investor Daily, tim riset Henan Putihrai Sekuritas mendasarkan target harga tersebut pada proyeksi pertumbuhan laba bersih yang kuat serta rencana ekspansi kapasitas energi yang masif. BREN saat ini memegang posisi sebagai pemain terbesar dalam bisnis panas bumi di Indonesia.
Perusahaan panas bumi ini tercatat memiliki kapasitas operasional sebesar 910 MW yang berlokasi di Jawa Barat. Kapasitas ini mengantarkan BREN menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar panas bumi secara nasional saat ini.
Kapasitas terpasang BREN diperkirakan akan terus meningkat, menyusul optimasi proyek yang menargetkan total 989 MW pada akhir tahun 2025. Selain itu, terdapat ambisi besar untuk meningkatkan kapasitas menjadi antara 2,3 GW hingga 2,8 GW pada tahun 2032 melalui proyek energi angin dan pengembangan baru.
"Kami menilai aksi jual yang dipicu oleh MSCI dan indeks domestik tidak mencerminkan penurunan kualitas bisnis perusahaan. Sebaliknya, kondisi ini dipandang sebagai peluang yang jarang terjadi untuk memiliki perusahaan energi terbarukan berkualitas tinggi pada valuasi yang lebih menarik," papar Henan Sekuritas.
Kinerja BREN juga ditopang oleh adanya kontrak jangka panjang dengan PT PLN (Persero), yang menjamin stabilitas arus pendapatan perusahaan. Karakteristik pembangkit listrik baseload dan dukungan finansial solid dari Barito Group turut memperkuat fundamental perusahaan.
Tim riset menilai bahwa tekanan harga saham dalam jangka pendek lebih disebabkan oleh faktor teknikal daripada masalah fundamental yang melekat pada perusahaan. Penurunan harga sebelumnya dikaitkan dengan aksi jual akibat penyesuaian pada indeks pasar modal baru-baru ini.