TREN.BISNISMARKET.COM - Industri reksadana di Indonesia diproyeksikan akan menunjukkan pemulihan signifikan dan pertumbuhan yang baik pada tahun 2025 mendatang. Proyeksi ini disampaikan menyusul periode sulit yang dialami sektor tersebut akibat dampak dari pandemi COVID-19 yang melanda beberapa tahun terakhir.

Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) mencatat adanya perubahan fundamental dalam perilaku investasi para pelaku pasar selama masa pemulihan ini. Pergeseran preferensi ini menjadi salah satu indikator penting dalam memetakan arah industri ke depan.

Salah satu pergeseran aset yang signifikan adalah perpindahan alokasi dana dari reksadana saham menuju instrumen yang berbasis suku bunga. Instrumen tersebut mencakup Reksadana Pasar Uang (RDPU), Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT), serta reksadana terproteksi.

Saat ini, pasar modal tengah menghadapi periode gejolak yang cukup tinggi, yang kemudian berdampak langsung pada kinerja berbagai produk investasi. AMII mengamati adanya penurunan kinerja reksadana yang semakin mendalam seiring dengan meningkatnya kehati-hatian di kalangan investor.

Peningkatan literasi dan edukasi mengenai pasar modal dinilai sangat krusial untuk mendorong kembali optimisme para pelaku pasar terhadap prospek investasi di Indonesia. Edukasi yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian yang dirasakan investor.

"Industri reksadana baru pulih dan tumbuh baik di tahun 2025 setelah dihantam pandemi covid-19," ujar Ketua Umum Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), Lolita Liliana.

Lolita Liliana juga menyoroti pola pergerakan dana investor, dengan menyatakan bahwa AMII mencatat adanya pergeseran kelas aset dari reksadana saham ke reksa dana yang berbasis suku bunga yakni RDPU, RDPT dan reksadana terproteksi.

Menghadapi kondisi pasar yang bergejolak dan ketidakpastian global, muncul pertanyaan mendasar mengenai arah diversifikasi investasi yang harus dilakukan oleh pelaku pasar. Hal ini menjadi fokus penting dalam diskusi strategis saat ini.

Seluruh pembahasan mengenai strategi diversifikasi investasi pelaku pasar dalam menghadapi gejolak global ini diulas secara mendalam dalam program Power Lunch di CNBC. Dialog ini menampilkan Ketua Umum AMII sebagai narasumber utama.