TREN.BISNISMARKET.COM - Potensi pendapatan yang sangat besar tengah menjadi sorotan dalam industri penyiaran digital di Indonesia, khususnya menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026 mendatang. Sebuah proyeksi mengejutkan menunjukkan bahwa platform OTT memiliki peluang untuk membukukan pendapatan fantastis hingga mencapai angka Rp 3 triliun.
Angka proyeksi ini muncul seiring dengan besarnya basis penggemar sepak bola di tanah air yang siap menjadi konsumen konten premium. Platform Over-The-Top (OTT) yang berhasil mendapatkan hak siar disebut akan menjadi aktor utama dalam perolehan pendapatan signifikan tersebut.
Secara spesifik, platform yang menjadi pusat perhatian dalam prediksi ini adalah Folaplay. Platform tersebut diproyeksikan akan menjadi mesin penghasil keuntungan utama berkat basis audiens yang sangat besar.
Basis penggemar sepak bola di Indonesia diperkirakan mencapai angka 165 juta jiwa, sebuah demografi yang sangat menarik bagi para pemegang hak siar. Jumlah ini menjadi variabel kunci yang mendukung potensi pendapatan triliunan rupiah tersebut.
Pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana mekanisme riil yang memungkinkan platform tersebut mencapai angka pendapatan setinggi itu. Hal ini melibatkan strategi monetisasi yang terencana dengan matang terkait hak siar turnamen empat tahunan tersebut.
Dilansir dari sumber yang mempublikasikan analisis ini, potensi keuntungan tersebut didasarkan pada asumsi tingkat konversi pelanggan premium yang realistis dari total populasi penggemar bola. Strategi penetapan harga langganan menjadi penentu utama keberhasilan proyeksi ini.
"Platform OTT Folaplay diproyeksikan raup triliunan," demikian kesimpulan dari analisis yang beredar mengenai potensi pendapatan dari siaran Piala Dunia 2026. Pernyataan ini menyoroti optimisme pasar terhadap model bisnis langganan digital.
Lebih lanjut, seorang ekonom yang terlibat dalam kajian ini memberikan pandangan mengenai dasar perhitungan tersebut. "Cari tahu bagaimana angka fantastis ini bisa tercapai," demikian disampaikannya saat menjelaskan urgensi pemahaman terhadap model bisnis hak siar digital.
Perlu dicatat bahwa pencapaian target Rp 3 triliun ini sangat bergantung pada efektivitas pemasaran dan penetrasi pasar yang dilakukan oleh pemegang hak siar digital selama periode turnamen berlangsung.