TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kekayaan bersih Elon Musk, yang selama ini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia, berpotensi melonjak signifikan hingga mencapai US$1 triliun atau setara sekitar Rp 18 ribu triliun. Hal ini merupakan peningkatan substansial dari estimasi kekayaan sebelumnya yang tercatat sebesar US$826 miliar (sekitar Rp 14.900 triliun).

Kesenjangan kekayaan antara Musk dan pesaing terdekatnya semakin melebar, menegaskan dominasinya di antara miliarder global. Sebagai perbandingan, pendiri Google, Larry Page, yang menempati posisi kedua, memiliki kekayaan 'hanya' sekitar US$292 miliar (sekitar Rp 5.267 triliun) menurut catatan terkini.

Peningkatan signifikan dalam estimasi kekayaan bersih Musk ini terutama dipicu oleh rencana penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dari salah satu perusahaan andalannya, yaitu SpaceX. Perusahaan antariksa tersebut telah menetapkan patokan harga awal saham perdana sebesar US$135 per lembar sahamnya.

Jika rencana IPO SpaceX tersebut berjalan sesuai dengan ekspektasi pasar, valuasi perusahaan itu diproyeksikan akan meroket drastis hingga mencapai angka fantastis US$1,77 triliun. Angka ini menjadi penentu utama bagi proyeksi kekayaan baru sang miliarder.

Dilansir dari CNBC Internasional, catatan mengenai kepemilikan saham Musk di SpaceX menunjukkan bahwa porsi kepemilikannya bernilai sekitar US$866,5 miliar. Selain itu, ia juga tercatat memiliki kepemilikan saham Tesla senilai US$350 miliar, ditambah opsi saham tambahan senilai US$100 miliar.

"Saat SpaceX resmi IPO nanti, kekayaan bersih Musk melonjak tembus US$1 triliun," demikian catatan yang diperoleh dari analisis keuangan terkini mengenai dampak IPO tersebut.

Dengan terealisasinya valuasi tersebut, Elon Musk diprediksi akan menjadi sosok langka yang memiliki kendali atas dua perusahaan Amerika Serikat (AS) paling berharga secara simultan. Kedua perusahaan tersebut adalah SpaceX dan Tesla, yang akan bergabung dalam kelompok eksklusif perusahaan bernilai triliunan dolar bersama dengan entitas seperti Meta.

Lebih lanjut, muncul spekulasi di kalangan sejumlah investor mengenai kemungkinan langkah konsolidasi di masa mendatang. Investor memperkirakan bahwa Musk mungkin akan menggabungkan SpaceX dan Tesla.

Rencana penggabungan ini, menurut prediksi investor, bertujuan untuk mengkonsolidasikan sumber daya kecerdasan buatan (AI) yang dimiliki kedua perusahaan. Langkah ini juga diharapkan dapat menyederhanakan proses penggalangan modal (fundraising) di periode mendatang.