TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melaporkan dampak signifikan dari penerapan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi pengenalan wajah atau biometrik terhadap industri telekomunikasi. Kebijakan ini dinilai telah mengembalikan angka pertumbuhan nomor baru ke tingkat yang lebih masuk akal.
Sebelumnya, pertumbuhan nomor baru kartu SIM mencapai angka yang dianggap tidak wajar, yakni sekitar 1 juta nomor baru setiap harinya. Angka tersebut menimbulkan pertanyaan dan kebingungan mengenai asal muasal dan tujuan kepemilikan nomor dalam jumlah besar tersebut.
"Jadi angkanya mulai lebih masuk akal. Karena kalau satu hari ada penjualan 1 juta nomor, kita juga bingung ini siapa yang membeli hingga begitu banyak," ujar Meutya Hafid, yang merujuk pada kondisi sebelum adanya aturan biometrik diterapkan.
Pasca-implementasi registrasi biometrik, angka penambahan nomor baru untuk semua operator seluler kini menunjukkan tren yang lebih stabil. Rata-rata harian pertumbuhan nomor baru kini berkisar antara 250 ribu hingga 280 ribu.
"Dan saat ini tadi dari laporan teman-teman operator seluler kurang lebih 250 ribu paling banyak di 280 ribu per harinya," tambah Meutya Hafid, mengonfirmasi penurunan drastis tersebut.
Pertumbuhan nomor baru yang sebelumnya melonjak drastis ini diduga kuat berkaitan erat dengan maraknya kasus penipuan daring yang meresahkan masyarakat. Data dari Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat kerugian mencapai Rp9,1 triliun dari lebih dari 432 ribu laporan penipuan.
Periode kerugian tersebut terhitung sejak November 2024 hingga awal tahun 2026, menunjukkan skala masalah yang sangat besar. Angka ini menjadi bukti nyata betapa rentannya masyarakat terhadap kejahatan siber.
Menyikapi situasi ini, Kemkomdigi juga menerima lebih dari 30 ribu aduan terkait penyalahgunaan nomor seluler. Aduan tersebut mencakup berbagai modus kejahatan digital seperti penipuan, pemerasan, dan tindakan kriminal lainnya.
Oleh karena itu, penerapan registrasi kartu SIM dengan metode biometrik diharapkan menjadi solusi preventif. Dengan memastikan setiap nomor terhubung langsung dengan identitas pemiliknya, ruang gerak pelaku kejahatan digital menjadi semakin terbatas.