TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) memunculkan dilema signifikan bagi para pelaku industri yang mencari keuntungan. Di satu sisi, persaingan untuk menguasai pasar melalui inovasi AI semakin memanas.

Namun, di sisi lain, AI mulai menunjukkan dampak negatif yang nyata di berbagai sektor. Munculnya disinformasi, krisis energi dan air, serta gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan beberapa masalah serius yang sudah terlihat.

Selain itu, terdapat dampak lain yang tak kalah penting namun jarang disorot, seperti peningkatan kecanggihan serangan siber dan kemudahan pengembangan senjata militer canggih. Dampak-dampak tak langsung ini juga berpotensi menimbulkan kerugian besar.

Sebuah studi baru dari MIT FutureTech dan University of Queensland telah memetakan lanskap risiko AI. Laporan bertajuk "Prioritization of Risks From Artificial Intelligence" ini melibatkan 272 pakar AI internasional untuk mengevaluasi 24 risiko AI berdasarkan potensi kejadian dan tingkat keparahannya.

Para peneliti juga mengidentifikasi sektor-sektor yang paling rentan dan pihak-pihak yang paling bertanggung jawab dalam mengatasi risiko tersebut. Tim riset ini dipimpin oleh Neil Thompson, seorang ilmuwan riset utama di MIT Sloan School of Management.

"Ada banyak sekali risiko AI," ujar Peter Slattery, seorang ilmuwan riset di MIT FutureTech sekaligus salah satu penulis pendamping studi ini.

"Salah satu poin kunci di balik penelitian ini adalah mencoba memahami siapa yang perlu melakukan apa secara berbeda, dan dalam bentuk koordinasi seperti apa," jelasnya.

Studi ini menggunakan metode Delphi, sebuah proses terstruktur yang mengumpulkan penilaian para ahli melalui beberapa tahapan untuk mencapai kesepakatan. Penilaian ini mengevaluasi risiko dalam horizon waktu lima tahun, dari 2025 hingga 2030, di bawah skenario "business as usual".

Dalam skenario tersebut, para pakar memperkirakan 18 dari 24 domain risiko AI memiliki setidaknya 10% probabilitas memicu dampak katastrofik dalam lima tahun ke depan. Dampak katastrofik didefinisikan sebagai kerugian yang mencakup lebih dari satu juta kematian, kerugian finansial lebih dari US$100 miliar, atau kerusakan tak berwujud setara skala peradaban.