TREN.BISNISMARKET.COM - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) secara resmi mengumumkan perubahan signifikan dalam jajaran dewan komisaris perusahaan. Kabar ini disampaikan setelah manajemen menerima surat pengunduran diri dari Robby Yulianto dari posisinya sebagai Komisaris Utama.

Pengunduran diri tersebut telah dinyatakan efektif sejak surat pengajuan diterima oleh manajemen perseroan pada tanggal 20 Mei 2026. Keputusan ini diambil oleh Robby Yulianto dengan alasan pribadi demi memfokuskan waktu dan energinya pada peluang profesional lainnya.

Keputusan ini diungkapkan berdasarkan informasi yang dilansir dari Investor Daily pada hari Kamis, 28 Mei 2026. Fokus baru Robby Yulianto adalah pada berbagai kegiatan dan peluang profesional di luar lingkungan emiten farmasi tersebut.

Pihak manajemen PYFA segera memberikan jaminan bahwa pergantian di jajaran dewan komisaris ini tidak akan menimbulkan dampak material apa pun. Dampak tersebut mencakup aspek operasional, kondisi finansial, penegakan hukum, maupun kelangsungan usaha PYFA ke depan.

Manajemen menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi dan kontribusi besar yang telah diberikan oleh Robby Yulianto selama menjabat posisi tersebut sejak tahun 2020. Peran beliau selama lima tahun terakhir dinilai sangat berarti bagi perusahaan.

Selanjutnya, emiten farmasi ini akan segera menindaklanjuti proses nominasi dan mengusulkan perombakan susunan Dewan Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

"Perseroan menghormati keputusan Robby Yulianto untuk melanjutkan fokus pada kegiatan dan kesempatan profesional lainnya di luar Perseroan," ujar Corporate Secretary PYFA, Herdiasti Anggitya Dwisani.

Di tengah masa transisi kepemimpinan ini, manajemen PYFA menegaskan komitmen penuh mereka untuk tetap berpegang teguh pada strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang perusahaan. Hal ini termasuk merealisasikan rencana aksi korporasi yang telah direncanakan.

Strategi tersebut mencakup pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan maksimal 5,7 miliar lembar saham baru. Dana segar ini krusial bagi perusahaan.