TREN.BISNISMARKET.COM - Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menunjukkan performa yang stabil dalam penyaluran pembiayaan internasional. Perbankan swasta terbesar di Indonesia ini berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada sektor kredit valuta asing (valas).

Berdasarkan data terbaru hingga periode Maret 2026, BCA melaporkan bahwa total penyaluran kredit valas mereka telah mencapai angka yang cukup signifikan. Pencapaian ini menjadi salah satu indikator penting dalam kesehatan portofolio kredit perusahaan di awal tahun tersebut.

Pertumbuhan kredit valas tersebut tercatat sebesar 2,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau secara Year on Year (YoY). Angka ini menunjukkan adanya kepercayaan yang terus terjaga dari para pelaku usaha terhadap layanan perbankan yang disediakan oleh BCA.

Secara nominal, total kredit valas yang telah disalurkan oleh bank berkode saham BBCA ini menyentuh angka Rp 48,9 triliun. Nilai tersebut mencerminkan komitmen bank dalam mendukung kebutuhan likuiditas valas bagi para nasabah, terutama untuk keperluan perdagangan internasional.

Informasi mengenai perkembangan kinerja keuangan perbankan ini diperoleh dari ringkasan performa perusahaan yang dipublikasikan secara berkala. Hal ini sebagaimana dikutip dari sumber resmi yang memantau pergerakan industri perbankan nasional.

Kenaikan ini tidak lepas dari strategi manajemen BCA yang sangat hati-hati namun tetap progresif dalam melihat peluang di pasar global. Permintaan akan pembiayaan dalam mata uang asing diprediksi tetap stabil seiring dengan aktivitas ekspor dan impor yang kian dinamis.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa fokus utama perusahaan adalah menjaga kualitas aset sembari terus memberikan solusi keuangan terbaik bagi nasabah korporasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.

"Penyaluran kredit valas mencapai Rp 48,9 triliun per Maret 2026, tumbuh 2,9% secara tahunan," ujar pihak manajemen BCA dalam keterangan resminya.

Dengan capaian ini, BCA optimistis dapat terus menjaga tren positif hingga akhir tahun buku 2026 mendatang. Langkah mitigasi risiko tetap menjadi prioritas utama guna menghadapi fluktuasi nilai tukar yang mungkin terjadi di pasar keuangan dunia.