TREN.BISNISMARKET.COM - PT SUNI (Sumber Nusantara Inti) menargetkan pencapaian pendapatan yang signifikan pada tahun berjalan, yakni sebesar Rp 1,15 triliun. Target ambisius ini ditetapkan perusahaan meskipun menghadapi tantangan penurunan kinerja penjualan pada kuartal pertama tahun ini.
Perusahaan menetapkan proyeksi laba bersih yang lebih jauh ke depan, yakni menargetkan perolehan laba sebesar Rp 207 miliar pada tahun 2026 mendatang. Target ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap pemulihan dan pertumbuhan bisnis jangka menengah.
Fokus utama dalam mencapai target pendapatan tersebut adalah kesiapan operasional Pabrik Resin Transfer Molding (RTM)-2. Perusahaan menargetkan pabrik tersebut dapat mulai beroperasi secara penuh pada tahun ini.
Hal ini menjadi krusial mengingat pada kuartal I tahun berjalan, penjualan yang tercatat mengalami penurunan drastis. Penurunan tersebut mencapai angka 50% dibandingkan periode sebelumnya, menjadi latar belakang utama perlunya strategi pemulihan yang kuat.
Perusahaan kini sedang merumuskan berbagai strategi konkret untuk mengejar target fantastis tersebut di tengah kondisi pasar yang menantang saat ini. Strategi ini diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas produksi yang baru.
Dikutip dari berita yang beredar, manajemen SUNI menyatakan komitmen mereka untuk segera membalikkan keadaan pasca pelemahan kinerja awal tahun. Mereka berupaya keras untuk memastikan semua lini produksi berjalan maksimal.
Pernyataan mengenai target pendapatan dan laba tersebut merupakan bagian dari upaya transparansi perusahaan kepada publik dan pemegang saham. Hal ini menunjukkan arah jelas perusahaan dalam menghadapi volatilitas pasar.
Upaya untuk mengoperasikan RTM-2 secepatnya adalah kunci utama dalam meningkatkan volume penjualan dan pendapatan perusahaan di sisa tahun fiskal. Pabrik baru ini diharapkan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan.
Strategi yang tengah disiapkan mencakup optimalisasi rantai pasok dan peningkatan efisiensi operasional di seluruh unit bisnis SUNI. Langkah ini penting untuk menekan biaya dan memaksimalkan profitabilitas.