TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah temuan mengejutkan datang dari perusahaan pengeditan video Kapwing mengenai maraknya konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) di platform media sosial populer. Riset yang dilakukan oleh Kapwing mengindikasikan bahwa TikTok kini dipenuhi oleh konten AI dengan kualitas yang dinilai buruk.

Temuan utama dari studi ini adalah perbandingan kuantitas antara TikTok dan YouTube mengenai persentase video yang dibuat oleh AI. Secara spesifik, sebanyak 59% video yang muncul di laman rekomendasi "For You" (Untuk Anda) pada akun TikTok teridentifikasi sebagai konten AI berkualitas rendah.

Angka tersebut sangat signifikan karena tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan temuan serupa di YouTube. Dilansir dari laman resmi perusahaan pada Senin (22/6/2026), YouTube hanya memiliki persentase konten AI buruk sebesar 21% berdasarkan pengujian yang sama.

TikTok menentukan konten yang ditampilkan kepada pengguna melalui algoritma kompleks, mempertimbangkan referensi kategori, aktivitas scrolling, jumlah pengikut, dan interaksi suka (likes). Namun, sistem penyajian konten untuk pengguna baru diterapkan secara berbeda.

Kapwing menjelaskan bahwa pengguna baru di TikTok awalnya akan disuguhi konten populer yang dianggap sesuai untuk audiens secara umum. Selain itu, konten awal juga dipengaruhi oleh pengaturan lokasi geografis dan preferensi bahasa yang telah ditetapkan pengguna.

Melalui uji coba menggunakan akun-akun percobaan, tim Kapwing menemukan bahwa beberapa video AI dengan kualitas rendah yang teridentifikasi cenderung telah dihapus dari platform. Hal ini mengindikasikan adanya upaya moderasi atau penurunan visibilitas konten tersebut.

Konten AI berkualitas rendah ini ditemukan menyebar di berbagai kategori utama, termasuk segmen untuk anak-anak, sains dan pendidikan, serta kesehatan. Ini menunjukkan bahwa masalah kualitas konten AI tidak hanya terbatas pada hiburan semata.

Dari sampel total 10.742 video TikTok dari berbagai tag populer, kategori konten untuk anak-anak menunjukkan prevalensi konten AI buruk tertinggi, mencapai 57,4%. Kategori lain yang disorot adalah sains dan pendidikan (35%), kesehatan (33,8%), dan sejarah (33,5%).

Tidak semua konten di platform tersebut dibuat secara otomatis, sebab beberapa kategori disebut masih didominasi oleh kreasi manusia. Kategori yang disebut masih banyak dibuat oleh kreator manusia antara lain kebugaran, musik, dan fashion.