TREN.BISNISMARKET.COM - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengawali tahun 2026 dengan pencapaian penjualan pemasaran (marketing sales) yang mengesankan sepanjang kuartal pertama. Perusahaan berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp1,2 triliun hingga akhir Maret 2026.

Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni kuartal I-2025, ketika realisasi penjualan dipatok pada angka Rp877 miliar. Pencapaian ini memberikan sinyal positif mengenai kondisi pasar properti yang diminati konsumen.

Capaian marketing sales kuartal I-2026 ini telah memenuhi sekitar 23 persen dari total target tahunan yang ditetapkan oleh perseroan. Target keseluruhan marketing sales yang ingin diraih Summarecon Agung sepanjang tahun 2026 ini adalah sebesar Rp5,2 triliun.

Direktur Summarecon Agung, Lydia Tjio, menyatakan bahwa pertumbuhan hasil penjualan pemasaran ini menjadi indikator kuat. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap produk properti hunian yang dikembangkan perusahaan masih berada dalam tren positif saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Lydia Tjio menegaskan bahwa realisasi kinerja tersebut masih sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan. "Realisasi tersebut masih dalam target Perseroan," ujar Lydia Tjio, Direktur Summarecon Agung.

Pihak manajemen SMRA juga mengamati adanya perubahan preferensi dalam metode pembayaran yang digunakan oleh konsumen. Perubahan ini terlihat jelas, terutama pada transaksi yang memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Data internal perseroan menunjukkan bahwa porsi pembelian menggunakan KPR pada kuartal I-2026 mengalami penurunan menjadi 32 persen dari total penjualan. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana porsi KPR sempat berada di angka 40 persen.

Sebaliknya, metode pembayaran tunai menunjukkan peningkatan dari 14 persen menjadi 21 persen dari keseluruhan transaksi. Selain itu, sistem cicilan langsung ke pengembang juga mengalami sedikit kenaikan dari 45 persen menjadi 47 persen.

Lydia Tjio menambahkan bahwa kontribusi pendapatan terbesar bagi emiten saat ini masih didominasi oleh produk-produk real estate. Produk-produk tersebut secara spesifik menyasar segmen pasar kelas menengah serta kelas menengah ke atas.