TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Tiongkok melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi telah mengambil langkah signifikan dalam mengatur perkembangan pesat teknologi dengan meluncurkan kartu identitas khusus untuk robot humanoid yang beroperasi di wilayahnya. Inisiatif ini merupakan upaya terstruktur untuk mengimbangi laju inovasi di sektor robotika.

Inisiasi pembuatan kartu identitas unik ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi dengan Pusat Inovasi Robot Humanoid Hubei. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan kerangka regulasi yang jelas bagi entitas non-manusia.

Kartu identitas khusus robot ini dirancang menyerupai kartu identitas manusia, mencantumkan data penting seperti kewarganegaraan robot, nama produsen, model, serta nomor seri yang bersifat unik. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pelacakan dan manajemen aset robotik.

Menariknya, kode identifikasi yang tersemat dalam kartu robot ini memiliki panjang 29 karakter, jauh melampaui 11 digit yang dimiliki oleh kartu identitas warga negara Tiongkok. Perbedaan ini menekankan kompleksitas data yang perlu direkam untuk setiap unit robot.

Informasi yang tercantum tidak hanya berupa penanda statis, melainkan berfungsi sebagai log operasional dinamis. Data tersebut mencakup laporan mengenai kondisi fisik robot, status daya baterai, hingga kapasitas kognitif dari kecerdasan buatan (AI) yang terpasang di dalamnya.

Liu Chuanhou, seorang eksekutif di Hubei, menjelaskan bahwa pencatatan kondisi robot melalui ID unik ini sangat krusial untuk manajemen pemeliharaan di masa depan. Hal ini memungkinkan identifikasi masalah secara cepat dan akurat.

"Jika robot mengalami kerusakan, kami bisa memeriksa log operasional dan catatan perawatan lewat ID unik untuk menemukan kerusakan, menentukan tanggung jawab, dan melakukan perawatan yang efisien," kata Chuanhou, dikutip dari Fast Company, Rabu (10/6/2026).

Perkembangan industri robotika di Tiongkok memang menunjukkan akselerasi yang luar biasa, di mana banyak perusahaan lokal mulai memproduksi robot canggih dan berencana memasarkannya secara komersial kepada masyarakat luas.

Salah satu contoh konkret adalah GigaAI, yang mendapat dukungan investasi dari Huawei, yang baru-baru ini mengumumkan robot pelayan komersial perdana mereka, yakni SeeLight S1. Sebanyak seratus unit robot ini telah mulai menjalani uji coba pada bulan ini.