TREN.BISNISMARKET.COM - Sejumlah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan jadwal penting bagi para pemegang sahamnya, yakni memasuki periode cum date dividen. Momen krusial ini jatuh pada perdagangan hari ini, 8 Juli 2026, melibatkan total tujuh emiten.
Periode cum date atau tanggal cum dividen ini memegang peranan vital karena menjadi penentu batas akhir bagi investor untuk memastikan mereka berhak menerima pembagian dividen tunai dari perusahaan. Investor yang melakukan pembelian saham setelah melewati tanggal ini tidak akan lagi masuk dalam daftar penerima dividen perusahaan tersebut.
Adapun rincian tujuh emiten yang dijadwalkan cum date hari ini menunjukkan variasi nominal dividen yang ditawarkan kepada investor. Nilai pembagian dividen tunai tersebut berkisar dari yang paling rendah sebesar Rp0,5 per saham hingga yang tertinggi mencapai Rp60 per saham.
Salah satu emiten yang masuk jadwal cum date adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang menetapkan nilai dividen tunai sebesar Rp2 per saham untuk dibagikan kepada pemegang sahamnya. Selain WIFI, PT Trias Sentosa Tbk (TRST) juga dijadwalkan membagikan dividen tunai dengan nominal Rp5 per saham.
Sementara itu, PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) menawarkan pembagian dividen dengan nilai yang lebih kecil, yaitu sebesar Rp0,5 per saham. Di sisi lain, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menjadi salah satu yang menawarkan nilai dividen paling tinggi hari ini, yakni Rp60 per saham.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), yang dikenal sebagai pengelola kawasan industri berbasis nikel Harita Nickel, juga termasuk dalam daftar emiten pembagi dividen. Emiten ini menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp42,64 per saham bagi para pemegang sahamnya.
Dua emiten lainnya yang masuk daftar ini adalah PT Multi Indocitra Tbk (MICE) yang membagikan dividen tunai sebesar Rp10 per saham, serta PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel yang menetapkan dividen sebesar Rp25,65 per saham.
Setelah melewati periode cum date, saham-saham tersebut akan segera memasuki masa ex date, yakni periode di mana investor yang baru membeli saham tidak lagi memiliki hak atas dividen yang telah diumumkan sebelumnya.
Dilansir dari CNBC Indonesia, pembagian dividen tunai merupakan salah satu pertimbangan utama bagi investor dalam menentukan keputusan investasi. Faktor penting lainnya yang selalu diperhatikan adalah prospek bisnis perusahaan, kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang.