TREN.BISNISMARKET.COM - PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) kini tengah melakukan peninjauan serius terhadap target kinerja yang telah ditetapkan hingga tahun 2026 mendatang. Langkah ini diambil menyusul adanya pergeseran dinamika pasar yang terjadi begitu cepat sepanjang kuartal pertama tahun 2026.

Evaluasi strategis ini mencakup proyeksi pertumbuhan penjualan serta target perolehan laba bersih perseroan di masa mendatang. Keputusan ini diambil sebagai respons adaptif terhadap kondisi pasar yang terus berubah seiring waktu.

Faktor utama yang mendorong pemetaan ulang strategi ini adalah tekanan ekonomi yang masih terasa baik di pasar domestik maupun pasar global saat ini. Manajemen emiten manufaktur kosmetik tersebut menilai situasi kuartal pertama membutuhkan respons bisnis yang tangkas.

Sumardi Widjaja, Direktur Utama Victoria Care Indonesia, mengonfirmasi proses evaluasi yang sedang berjalan tersebut dalam keterangannya pada Rabu (13/5/2026).

"Melihat dinamika pasar yang cukup cepat berubah di kuartal I ini, kami sedang melakukan peninjauan kembali terhadap target tahunan," ujar Sumardi Widjaja.

Meskipun terjadi tekanan pada daya beli masyarakat, pihak manajemen tetap memandang positif prospek jangka panjang industri perawatan pribadi dan kecantikan secara keseluruhan. Kebutuhan harian masyarakat terhadap produk kosmetik dinilai masih menjadi penggerak permintaan yang stabil.

Permintaan yang stabil ini terutama terlihat pada segmen produk yang menawarkan harga yang kompetitif di tengah kondisi ekonomi saat ini. VICI tengah menyiapkan langkah taktis untuk mengamankan posisi di tengah tantangan tersebut.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah penguatan tim Research & Innovation (R&I) guna menarik minat konsumen dari generasi milenial dan Gen Z. Selain itu, pemanfaatan platform niaga elektronik terus digenjot untuk memperluas jangkauan pasar.

VICI juga berfokus pada penguatan merek di sektor perawatan kulit, rambut, dan tubuh melalui inovasi produk baru yang diluncurkan secara berkala. Sementara itu, di sektor perdagangan luar negeri, perusahaan berkomitmen mempertahankan pangsa pasar utama sambil menjajaki kemitraan baru.