TREN.BISNISMARKET.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) baru saja merilis data mengenai kinerja angkutan batu bara selama lima bulan pertama tahun 2026. Tercatat, volume batu bara yang berhasil diangkut oleh KAI mencapai angka 21,56 juta ton sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
Angka ini menunjukkan adanya sedikit kontraksi atau penurunan sebesar 6,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 2025. Pada periode Januari hingga Mei 2025, KAI berhasil melayani distribusi batu bara sebanyak 23,01 juta ton.
Sebagai gambaran spesifik kinerja di akhir periode tersebut, volume distribusi batu bara yang dilayani KAI pada bulan Mei 2026 mencapai 4.932.853 ton. Angka ini mengindikasikan bahwa kebutuhan distribusi komoditas vital tersebut melalui moda transportasi kereta api masih tergolong tinggi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan pentingnya peran angkutan batu bara bagi perekonomian nasional. Layanan ini merupakan salah satu segmen utama KAI yang berperan vital dalam menjamin kelancaran rantai pasok di Indonesia.
"Angkutan batu bara menjadi salah satu layanan strategis KAI dalam mendukung distribusi komoditas dalam volume besar," ujar Anne Purba.
Ia menambahkan bahwa KAI terus berupaya keras untuk memastikan keandalan operasional layanan ini demi memenuhi kebutuhan pelanggan sesuai jadwal yang ditetapkan. "Kami terus menjaga keandalan operasional agar pengiriman dapat berjalan sesuai kebutuhan pelanggan," katanya dalam siaran pers yang dikutip pada Rabu (10/6/2026).
Presiden Prabowo Pacu Percepatan Akad Massal Rumah Subsidi, Targetkan 62.000 Unit di Juli 2026
Anne menjelaskan bahwa mayoritas layanan angkutan batu bara KAI terkonsentrasi di wilayah Sumatera bagian selatan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil utama batu bara nasional di Indonesia.
Distribusi komoditas ini menjadi lebih teratur dan efisien karena jaringan perkeretaapian KAI terhubung langsung dengan kawasan industri serta pelabuhan utama. Hal ini mempermudah pergerakan logistik dari titik produksi hingga tujuan akhir.
Lebih lanjut, keunggulan kereta api terletak pada kemampuannya melayani volume angkutan yang sangat besar secara berkelanjutan. Kemampuan kapasitas ini menjadikan kereta api elemen krusial dalam sistem logistik nasional.