TREN.BISNISMARKET.COM - Pembelian mobil bekas seringkali membuat calon pemilik fokus utama pada kondisi mesin dan bodi kendaraan, namun aspek kelistrikan, khususnya aki, sering terabaikan. Padahal, mengabaikan komponen vital ini dapat memicu pembengkakan biaya operasional segera setelah mobil resmi digunakan.
Hal ini ditekankan oleh para pakar otomotif, mengingatkan bahwa sistem kelistrikan merupakan jantung dari fungsi elektrikal mobil secara keseluruhan. Pemeriksaan menyeluruh sejak awal transaksi sangat diperlukan untuk memastikan mobil siap pakai tanpa kendala tersembunyi.
Gazoel Amin, selaku Pemilik Jasa Inspeksi Bantu Cek, menyoroti pentingnya komponen penyimpanan daya tersebut dalam keseluruhan sistem kendaraan. Ia menyarankan agar pembeli tidak hanya terpaku pada aspek mekanis utama saat melakukan penilaian.
"Banyak pembeli fokus ke mesin dan bodi, padahal aki juga penting. Kalau kondisinya sudah lemah atau soak, nanti setelah mobil dipakai malah keluar biaya tambahan," kata Gazoel Amin, Pemilik Jasa Inspeksi Bantu Cek.
Salah satu indikasi awal bahwa aki mulai melemah adalah kesulitan saat menyalakan mesin atau terdengar suara starter yang berat. Selain itu, intensitas cahaya lampu yang meredup atau munculnya notifikasi khusus pada dasbor juga bisa menjadi pertanda penting.
Gazoel Amin juga memberikan panduan mengenai umur pakai aki yang ideal, yang umumnya berkisar antara dua hingga tiga tahun pemakaian normal. Usia aki yang sudah melampaui batas ini patut dicurigai dan memerlukan pengujian lebih lanjut.
"Kadang mobil bekas lama diparkir di showroom atau garasi tanpa dipanaskan rutin. Ini juga bisa bikin aki drop," kata Gazoel Amin, Pemilik Jasa Inspeksi Bantu Cek.
Kondisi fisik aki juga memberikan petunjuk penting mengenai riwayat perawatannya, seperti adanya kerak putih atau karat di terminal kutub positif maupun negatif. Hal ini mengindikasikan kurangnya perhatian terhadap perawatan rutin dari pemilik sebelumnya.
Lebih lanjut, ada potensi bahwa penjual telah memasang aki baru berkualitas rendah hanya untuk memastikan mobil dapat distarter saat proses inspeksi awal. Oleh karena itu, pengujian tegangan menggunakan alat ukur profesional menjadi langkah pencegahan yang krusial.