TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan signifikan tercatat dalam volume transaksi bulanan yang menggunakan kartu debit dan kredit yang terhubung langsung dengan aset kripto. Data menunjukkan adanya lonjakan signifikan mencapai sekitar 230% bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Kenaikan drastis ini beriringan dengan meningkatnya adopsi stablecoin sebagai alat pembayaran dalam ekosistem pembayaran global yang terus berkembang. Stablecoin semakin diminati karena menawarkan stabilitas nilai tukar layaknya mata uang fiat.

Menurut temuan dari The Kobeissi Letter, yang dikutip dari Investortrust, nilai akumulatif transaksi kartu pembayaran berbasis aset kripto telah mencapai angka substansial. Pada bulan Mei 2026, nilai tersebut menyentuh US$ 7,8 miliar, atau setara dengan sekitar Rp 138,8 triliun.

Pendorong utama di balik lonjakan volume transaksi ini adalah penggunaan stablecoin untuk memenuhi kebutuhan pembayaran harian melalui jaringan kartu konvensional yang sudah umum digunakan. Kemudahan ini membuka akses baru bagi pengguna aset digital.

Dalam analisis yang sama, Visa berhasil memegang dominasi pasar dengan menguasai sekitar 90% dari total pangsa transaksi kartu kripto yang tercatat. Keberhasilan ini ditopang oleh kolaborasi erat dengan berbagai perusahaan teknologi blockchain terkemuka.

Salah satu kemitraan penting adalah dengan Jupiter Global, sebuah proyek pembayaran yang dikembangkan oleh tim di balik bursa kripto terdesentralisasi Jupiter pada jaringan Solana. Integrasi ini memperlancar akses masyarakat terhadap stablecoin melalui layanan kartu pembayaran tradisional.

The Kobeissi Letter menekankan bahwa faktor utama yang memicu pertumbuhan masif ini adalah kemudahan bagi pengguna untuk membelanjakan aset digital mereka. Pengguna kini dapat melakukan transaksi sehari-hari layaknya menggunakan mata uang konvensional.

"Lebih banyak pengguna kini dapat membelanjakan stablecoin layaknya mata uang fiat menggunakan kartu kripto, yang semakin mendorong adopsi," tulis The Kobeissi Letter, sebagaimana dikutip dari Cointelegraph.

Fenomena ini membuktikan bahwa aset digital, khususnya stablecoin, kini memiliki integrasi yang semakin kuat dengan sistem keuangan konvensional. Proses integrasi ini berjalan dinamis tanpa menghilangkan peran penting dari penyedia jaringan pembayaran besar seperti Visa atau Mastercard.