TREN.BISNISMARKET.COM - EA Sports kembali mencatatkan rekor prediksi yang luar biasa akurat dengan menempatkan timnas Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026. Prediksi ini dihasilkan melalui simulasi mendalam yang dilakukan menggunakan game terbaru mereka, FC 26.
Dalam sebuah laga final yang sengit, Spanyol berhasil mengungguli Argentina dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan tersebut dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106, memastikan gelar juara dunia kedua bagi timnas berjuluk La Furia Roja ini.
"EA Sports kembali sukses memprediksi juara Piala Dunia 2026, yakni timnas Spanyol, melalui simulasi di game FC 26," demikian rangkuman dari artikel asli yang menggarisbawahi akurasi perusahaan gim tersebut.
MPV Premium XPeng X9 Alami Keluhan Suspensi Misterius Saat Gelombang Panas Menerpa Tiongkok
Kemenangan Spanyol ini menandai prediksi kelima kalinya secara beruntun yang tepat dari EA Sports. Sebelumnya, mereka telah berhasil memprediksi juara pada Piala Dunia 2010 (Spanyol), 2014 (Jerman), 2018 (Prancis), dan 2022 (Argentina).
"Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 di final, dengan Ferran Torres mencetak gol tunggal pada menit ke-106," bunyi kutipan yang merangkum momen krusial penentuan juara versi simulasi.
Catatan akurasi EA Sports ini sangat mengesankan, mengingat terakhir kali prediksi mereka meleset terjadi pada Piala Dunia 2006. Kala itu, simulasi mereka menjagokan Republik Ceko namun Italia yang akhirnya keluar sebagai juara.
"Ini menandai rekor lima kali prediksi Piala Dunia yang tepat secara beruntun oleh EA Sports (2010, 2014, 2018, 2022, 2026)," ungkap ringkasan artikel, menegaskan konsistensi EA Sports dalam memprediksi hasil turnamen sepak bola terbesar dunia.
Laga final yang dramatis ini berlangsung di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu, 19 Juli 2026, waktu setempat. Pertandingan ini menjadi saksi bisu ketajaman strategi dan eksekusi timnas Spanyol.
"Prediksi EA Sports terakhir kali meleset pada Piala Dunia 2006, saat menjagokan Republik Ceko (padahal Italia yang juara)," jelas ringkasan artikel, memberikan konteks sejarah mengenai satu-satunya kegagalan EA Sports dalam rentetan prediksi ini.