TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan otomotif listrik Tesla menghadapi tantangan signifikan dalam mewujudkan ambisi peluncuran robotaxi yang ambisius. Proyeksi pertumbuhan hipereksponensial dan ketersediaan jaringan untuk separuh populasi Amerika Serikat pada akhir 2025 kini dipertanyakan.

Perlambatan ini terungkap dalam earning call terbaru, di mana Elon Musk dan timnya memberikan jawaban yang lebih berhati-hati mengenai jadwal peluncuran. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian ekspektasi dari janji yang diutarakan tahun lalu.

Uji coba robotaxi Tesla sejauh ini masih dilakukan dalam skala terbatas. Peluncuran awal yang dimulai pada Juni 2025 baru mencakup area yang tidak terlalu luas.

Selanjutnya, Tesla berupaya memperluas jangkauan layanannya ke beberapa kota di Texas dan Florida. Namun, catatan dari Reuters mengindikasikan bahwa cakupan operasional di beberapa wilayah masih terbatas pada daerah pinggiran saja.

Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, menjelaskan bahwa setiap kota memiliki kerangka regulasi yang berbeda. Perusahaan harus memastikan kepatuhan terhadap semua persyaratan sebelum dapat membuka layanan robotaxi secara penuh.

"Alasan kami memperluas layanan kota demi kota agar memastikan bisa memenuhi semua persyaratan satu per satu," ujar Lars Moravy, mengutip dari Reuters.

Kendala yang dihadapi Tesla tidak hanya terbatas pada aspek perangkat lunak. Chief Financial Officer (CFO) Vaibhav Taneja mengakui adanya tantangan besar dari sisi operasional.

"Perusahaan ingin menyelesaikan masalah ini pada armada yang lebih kecil secara terkontrol sebelum meningkatkan jumlah kendaraan," jelas Vaibhav Taneja.

Situasi ini mulai berdampak pada performa saham Tesla. Berdasarkan catatan Reuters, saham perusahaan telah mengalami penurunan sebesar 13%, dengan prediksi penurunan lebih lanjut dalam setahun ke depan.