TREN.BISNISMARKET.COM - MSCI, lembaga pemeringkat global terkemuka, telah menyoroti sejumlah tantangan signifikan dalam pasar modal Indonesia yang berpotensi mengganggu proses penentuan harga saham. Sorotan ini menimbulkan kekhawatiran bagi para investor institusi internasional mengenai aksesibilitas pasar saham di Tanah Air.
Dalam kajian terbarunya, yakni Global Market Accessibility Review 2026, MSCI memutuskan untuk menurunkan peringkat Indonesia pada salah satu kriteria penting. Penurunan peringkat ini secara spesifik terjadi pada aspek Information Flow atau arus informasi.
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari dua negara pasar berkembang (Emerging Markets) yang mengalami penurunan penilaian pada kriteria tersebut. Negara lain yang mengalami penurunan serupa dalam aspek arus informasi adalah Turki.
MSCI mengidentifikasi ketidaktransparanan dalam struktur kepemilikan saham sebagai salah satu isu utama. Selain itu, indikasi adanya perdagangan yang terkoordinasi juga menjadi sumber kekhawatiran bagi investor global.
Menurut analisis MSCI, kondisi yang kurang transparan ini secara potensial dapat mengganggu proses pembentukan harga saham yang dianggap wajar dan akurat di bursa. Hal ini menjadi hambatan mendasar bagi penilaian pasar.
Persoalan transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi membatasi kemampuan investor institusi internasional untuk dapat mengukur secara akurat besaran free float saham yang sesungguhnya tersedia di pasar.
Akibatnya, investor global menjadi semakin kesulitan untuk memanfaatkan harga saham yang terbentuk di pasar sebagai acuan yang kredibel. Ini berdampak pada penyusunan portofolio dan upaya replikasi indeks yang mereka lakukan.
MSCI menilai bahwa kondisi ini secara keseluruhan dapat menurunkan tingkat transparansi pasar secara umum. Selain itu, mekanisme price discovery, yaitu proses penemuan harga yang merefleksikan fundamental secara wajar, juga terhambat.
Atas dasar pertimbangan tersebut, MSCI secara resmi menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria Information Flow dari tingkat sebelumnya yaitu "+" menjadi "-". Penurunan ini mengindikasikan peningkatan kekhawatiran internasional terhadap transparansi free float dan kualitas penentuan harga.