TREN.BISNISMARKET.COM - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terpantau cukup signifikan pada perdagangan hari Rabu, 27 Mei 2026, di mana mata uang Garuda menembus ambang batas psikologis Rp 17.800 per dolar AS. Situasi ini menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar dan nasabah yang melakukan transaksi valuta asing.
Berdasarkan pantauan data dari Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar Rupiah dibuka mengalami kemerosotan sebesar 37,50 poin atau setara dengan 0,21 persen, mencapai posisi Rp 17.833 per dolar AS. Dilansir dari Investor Daily, pergerakan ini terjadi bersamaan dengan indeks dolar AS yang justru menunjukkan sedikit penurunan tipis sebesar 0,03 persen menuju level 99.136.
Dampak dari pelemahan Rupiah ini secara langsung memengaruhi penetapan kurs jual dan beli di sejumlah bank besar di Indonesia. Oleh karena itu, nasabah diimbau untuk mencermati dengan seksama rincian kurs yang ditetapkan oleh masing-masing bank pada pagi hari ini.
Di Bank Central Asia Tbk. (BBCA), penetapan nilai tukar bervariasi tergantung jenis layanan transaksi yang digunakan, berdasarkan data per pukul 09.21 WIB. Untuk layanan e-rate, BCA mematok harga beli dolar AS pada Rp 17.730 dan harga jual lebih tinggi di Rp 17.850.
Sementara itu, pada layanan TT counter, BCA menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp 17.585, dengan harga jual mencapai Rp 17.835. Ketentuan yang sama persis juga berlaku untuk transaksi menggunakan bank notes, yakni harga beli Rp 17.585 dan harga jual Rp 17.835, sebagaimana tercatat dalam data resmi bank tersebut.
Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memutuskan untuk tidak mengubah angka pada penetapan special rate mereka hari itu. Bank BUMN ini mematok harga beli di angka Rp 17.740 dan harga jual berada di posisi Rp 17.770 per dolar AS.
Untuk transaksi melalui TT counter dan kategori bank notes, Bank Mandiri memberlakukan tarif yang identik, yaitu harga beli dolar AS senilai Rp 17.535 dan harga jual ditetapkan pada Rp 17.835 per dolar AS.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga melakukan penyesuaian terhadap harga mata uang asingnya pada pukul 09.23 WIB. Melalui layanan TT counter, BRI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp 17.698, sementara harga jual dipatok lebih tinggi pada posisi Rp 17.890.
Selanjutnya, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memperbarui data kurs mereka pada pukul 09.20 WIB. Untuk kategori special rates, BNI mematok harga beli sebesar Rp 17.725 dan harga jual Rp 17.825.