TREN.BISNISMARKET.COM - Konflik bersenjata yang meluas ke luar angkasa kini bukan lagi hanya imajinasi dalam film fiksi ilmiah. Jenderal Chance Saltzman, Kepala Operasi Antariksa Angkatan Antariksa Amerika Serikat, baru-baru ini menyampaikan peringatan keras mengenai potensi perang di orbit Bumi.
Peringatan ini disampaikan oleh Jenderal Saltzman dalam acara Global Air and Space Chiefs Conference 2026. Pidato tersebut menjadi yang terakhir baginya sebelum mengakhiri masa baktinya di Space Force pada Agustus mendatang.
"Jika konflik meluas ke luar angkasa, tidak satu pun dari kita akan dapat menghindari zona perang. Berbeda dengan zona pertempuran di udara, darat, atau laut, kita tidak akan bisa menghindarinya," ujar Jenderal Chance Saltzman.
"Apakah kita ingin berada di zona pertempuran atau tidak, mekanika orbital akan menempatkan seluruh kemampuan antariksa kita ke dalam zona perang antariksa," lanjutnya, menekankan sifat inescapable dari medan perang antariksa.
Kondisi orbit Bumi yang tidak terbatas ruangnya menjadi salah satu alasan utama peringatan ini. Banyak jalur orbit yang kini sudah sangat padat dengan ribuan satelit dan wahana antariksa yang beroperasi.
Jika salah satu satelit di orbit yang padat tersebut hancur, serpihannya berpotensi menciptakan ancaman serius bagi wahana antariksa lainnya, termasuk misi berawak.
Rusia pernah menunjukkan risiko nyata ini pada tahun 2022 melalui uji coba penghancuran satelit menggunakan rudal. Ledakan tersebut menghasilkan medan puing berbahaya yang masih ada di orbit hingga kini dan bahkan memaksa Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melakukan manuver penghindaran.
Dampak penghancuran satu satelit saja dalam sebuah konflik bersenjata di luar angkasa berpotensi memicu efek berantai yang parah. Skenario terburuknya, bagian tertentu dari orbit Bumi bisa menjadi tidak dapat digunakan untuk waktu yang lama.
Meskipun menyampaikan peringatan serius, Jenderal Saltzman juga menekankan pentingnya kerja sama internasional. Sifat bersama dari penggunaan ruang angkasa menuntut semua negara yang memiliki kapabilitas antariksa untuk bekerja sama.