TREN.BISNISMARKET.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group mencatatkan kinerja signifikan dalam penyediaan layanan transportasi publik bersubsidi, yang dikenal sebagai Public Service Obligation (PSO). Angka fantastis menunjukkan bahwa layanan kereta api tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Periode yang menjadi sorotan adalah caturwulan pertama tahun 2026, yaitu dari Januari hingga April. Selama rentang waktu tersebut, KAI Group secara akumulatif berhasil melayani sebanyak 155,8 juta pelanggan yang memanfaatkan layanan kereta api PSO.
Penyediaan layanan kereta api bersubsidi ini merupakan implementasi kebijakan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini secara fundamental bertujuan menjaga agar tarif transportasi berbasis rel tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa operasional angkutan PSO memiliki dampak sosial yang sangat besar bagi perekonomian dan kehidupan sehari-hari warga. Layanan ini menjadi tumpuan utama bagi warga dalam menjalankan roda aktivitas harian mereka sehari-hari.
Anne Purba juga menggarisbawahi peran vital kereta bersubsidi sebagai pilar pergerakan masyarakat, didukung oleh keunggulan moda transportasi massal ini yang aman, efisien, sekaligus ekonomis. "Di dalam satu perjalanan kereta api, ada harapan masyarakat yang sedang bergerak. Ada orang tua yang bekerja demi keluarga, ada anak muda yang mengejar pendidikan, ada pedagang yang menjaga usahanya tetap berjalan," ujar Anne dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Secara spesifik, data internal KAI menunjukkan bahwa KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang mendapatkan subsidi mencatatkan total pergerakan pelanggan sebesar 6.221.378 selama empat bulan pertama tahun 2026. Dukungan finansial dari pemerintah ini menjangkau berbagai segmen perjalanan rel yang dikelola.
Motor utama penyumbang angka keterangkutan terbesar berasal dari layanan KAI Commuter, yang sukses mengangkut hingga 136.585.949 orang pada periode yang sama. Selain itu, LRT Jabodebek juga menunjukkan tren positif dengan melayani sebanyak 10.667.038 pengguna.
Sektor angkutan bandara bersubsidi turut berkontribusi, dengan manajemen KAI Bandara melayani 2.334.929 pelanggan, termasuk pengguna KA YIA Reguler dan KA Srilelawangsa di rute Medan-Kualanamu serta Medan-Binjai.
Tingginya antusiasme masyarakat ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan publik terhadap keandalan transportasi massal nasional yang dikelola oleh KAI Group. "Ketika layanan yang aman dan terjangkau dapat diakses masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat terus berjalan dengan baik," kata dia.