TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren pergerakan yang volatil pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Ketidakpastian ini dipicu oleh serangkaian faktor ekonomi global dan tensi geopolitik yang kian memanas.
Perhatian investor global saat ini tertuju pada perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Situasi ini sempat memicu koreksi harga minyak dunia setelah muncul laporan mengenai pertimbangan negosiasi perdamaian baru yang didorong oleh China.
"Perhatian pasar global masih tertuju pada konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran," ujar Phintraco Sekuritas.
Di samping isu geopolitik, kebijakan tarif baru yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap barang dari 80 negara juga menjadi sorotan utama. Kebijakan ini langsung menuai gugatan dari dua pelaku usaha hanya beberapa jam setelah diberlakukan.
Investor juga akan mencermati hasil rapat Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Selain itu, rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal II-2026, inflasi PCE, dan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar juga akan menjadi fokus utama.
Dari benua Eropa, pasar menantikan rilis data PDB serta angka inflasi Zona Euro. Keputusan suku bunga dari Bank of England (BoE) juga menjadi agenda penting yang akan memengaruhi sentimen pasar.
Sementara itu, dari kawasan Asia, perhatian investor akan terarah pada keputusan suku bunga yang akan diambil oleh Bank of Japan (BoJ). Pertemuan penting Politbiro China juga akan menjadi salah satu agenda yang patut dicermati pergerakannya.
"Perkembangan ini secara kolektif menciptakan lanskap pasar yang tidak pasti, menekan potensi penguatan IHSG," kata Phintraco Sekuritas.
Investor juga perlu mencermati potensi pergerakan IHSG yang mungkin menguji level support psikologis di angka 6.000.