TREN.BISNISMARKET.COM - Tim negosiator dari Iran dan Oman dilaporkan tengah berupaya keras untuk mencapai sebuah kesepakatan penting. Kesepakatan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali jalur pelayaran yang sempat terganggu melalui Selat Hormuz.
Hal ini diungkapkan oleh sejumlah sumber yang memiliki pemahaman mendalam mengenai isu sensitif tersebut. Iran dan Oman, yang memiliki garis pantai langsung berhadapan dengan selat strategis ini, melanjutkan diskusi intensif mereka.
Pembahasan ini berlanjut setelah para pejabat dari kedua negara tersebut bertemu di Teheran pada akhir pekan lalu. Para sumber yang memberikan informasi ini memilih untuk tidak disebutkan identitasnya demi menjaga kerahasiaan isu yang tengah dibahas.
"Kesepakatan yang berhasil dicapai nantinya akan memungkinkan Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan kembali perundingan guna mengakhiri perang di antara mereka," ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Salah satu usulan konkret yang sedang dibahas adalah opsi untuk membuka kembali jalur pelayaran di bagian tengah Selat Hormuz. Hal ini diungkapkan oleh dua sumber yang mengetahui jalannya negosiasi.
Jalur tengah Selat Hormuz ini diketahui sebagian besar telah dihindari oleh armada kapal sejak dimulainya konflik pada akhir Februari lalu. Para kapten kapal lebih memilih untuk mengambil rute alternatif.
Armada kapal lebih memilih untuk menggunakan rute utara yang lebih dekat dengan pesisir Iran. Alternatif lain adalah menggunakan rute selatan yang melintasi dekat wilayah eksklave Oman, yaitu Musandam.
Para negosiator dari pihak Oman menunjukkan optimisme bahwa mereka akan mampu menyampaikan sebuah pengumuman yang menandai adanya kemajuan dalam beberapa hari mendatang. Pernyataan ini disampaikan oleh sumber-sumber yang mengetahui perkembangan tersebut.
Namun, sumber yang sama juga menambahkan bahwa "tidak ada jaminan hal itu pasti terjadi," menggarisbawahi kompleksitas situasi dan negosiasi yang sedang berlangsung.