TREN.BISNISMARKET.COM - Pemeriksaan kandungan unsur logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif menjadi penyebab tertahannya ekspor nickel pig iron (NPI) di Bea Cukai. Namun, situasi ini dilaporkan telah berangsur normal.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan mengenai jenis-jenis LTJ yang sebenarnya terkandung dalam bijih nikel. LTJ, atau rare earth elements (REE), merupakan sekumpulan 17 unsur kimia yang memiliki sifat unik dan banyak digunakan dalam teknologi modern.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Balai Besar Pengujian Mineral dan Batu Bara (Tekmira) dari Ditjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat empat unsur LTJ yang teridentifikasi dalam bijih nikel laterit. Keempat unsur tersebut adalah scandium (Sc), neodymium (Nd), praseodymium (Pr), dan dysprosium (Dy).
Tekmira mencatat bahwa kandungan unsur-unsur LTJ dalam bijih nikel laterit memiliki proporsi yang spesifik. Ditemukan scandium (Sc) sebesar 52 parts per million (ppm), neodymium (Nd) sebanyak 18 ppm, praseodymium (Pr) mencapai 60 ppm, dan dysprosium (Dy) sebesar 8 ppm.
"LTJ yang terdapat dalam bijih nikel laterit adalah 52 ppm Sc, 18 ppm Nd, 60 ppm Pr, 8 ppm Dy," berdasarkan catatan Tekmira dalam Booklet Tanah Jarang ESDM.
Lebih lanjut, Tekmira menjelaskan bahwa perolehan scandium (Sc) dan LTJ lainnya dalam konteks ini seringkali didapatkan sebagai produk sampingan. "Perolehan Sc dan LTJ lainnya didapatkan dari produk samping proses HPAL nikel-cobalt," demikian bunyi pernyataan dari Tekmira.
Peristiwa tertahannya ekspor ini menyoroti pentingnya pemahaman mendalam mengenai komposisi mineral yang diekspor oleh Indonesia. Identifikasi dan karakterisasi kandungan LTJ menjadi krusial dalam rantai pasok industri global.
Proses High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang disebutkan dalam konteks ini merupakan salah satu metode ekstraksi logam nikel dan kobalt dari bijihnya. Metode ini memungkinkan pemisahan berbagai unsur, termasuk LTJ, menjadi produk yang lebih murni.
Oleh karena itu, penegasan kembali mengenai kandungan LTJ dalam bijih nikel laterit ini menjadi informasi penting bagi para pemangku kepentingan di sektor pertambangan dan industri terkait.