TREN.BISNISMARKET.COM - Para pelaku pasar di Citigroup Inc. meyakini Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan pekan ini. Keyakinan ini muncul meskipun pasar swap uang menunjukkan adanya probabilitas lebih dari sepertiga untuk kenaikan sebesar 25 basis poin.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, para trader di Citigroup telah mengambil posisi strategis. Mereka bertaruh pada stabilitas suku bunga acuan The Fed dengan mengambil posisi receiving pada kontrak FOMC bulan Juli. Posisi ini diprediksi akan memberikan keuntungan jika The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunganya.
Posisi strategis ini diambil berdasarkan analisis mendalam terhadap kondisi pasar saat ini. Pasar swap uang memang mencatat adanya kemungkinan hampir 40% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam waktu dekat.
Destry Damayanti Ungkap Agenda BI & Peluang Jabatan Gubernur Definitif di Era Presiden Prabowo
Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal yang signifikan. Memanasnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah menyebabkan volatilitas pada harga minyak dunia dan imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah Amerika Serikat.
Volatilitas tersebut secara langsung mempertinggi kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi. Dalam situasi seperti ini, bank sentral seringkali mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter untuk mengendalikan laju inflasi.
Namun, Citigroup tetap teguh pada prediksinya. Akshay Singal, Kepala Perdagangan Suku Bunga Jangka Pendek Global di Citigroup, menyatakan keyakinan tinggi terhadap keputusan The Fed.
"Kami masih sangat yakin suku bunga akan ditahan," ujar Akshay Singal kepada Bloomberg News. Pernyataan ini mencerminkan pandangan bank tersebut terhadap arah kebijakan moneter The Fed.
Singal juga merujuk pada pernyataan salah satu Gubernur The Fed. Ia menekankan pentingnya fokus pada data ekonomi yang dirilis.
"Gubernur The Fed Kevin Warsh 'telah menegaskan secara eksplisit—ia ingin pasar berfokus pada data, yang menunjukkan kepada kita bahwa The Fed belum perlu menaikkan suku bunga,'" tambah Singal. Pernyataan ini menjadi salah satu dasar keyakinan Citigroup.