TREN.BISNISMARKET.COM - Persiapan libur panjang keagamaan mulai memicu peningkatan signifikan dalam volume kendaraan yang melintasi berbagai ruas jalan tol di Indonesia, salah satunya di Bali. Peningkatan ini terlihat jelas pada Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa atau yang lebih dikenal sebagai Tol Bali Mandara, menandakan tingginya mobilitas masyarakat.
Apa yang terjadi? Tercatat sebanyak 63.772 kendaraan telah melintasi Tol Bali Mandara pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Angka ini merupakan lonjakan substansial dibandingkan dengan rata-rata volume lalu lintas harian normal di ruas tol tersebut.
Siapa yang memantau? Data ini dihimpun oleh Jasa Marga Nusantara Tollroad Regional Division, yang kemudian dikonfirmasi melalui Kompas. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi arus mudik dan liburan.
Kapan lonjakan ini terjadi? Kenaikan volume kendaraan ini terjadi menjelang periode libur panjang dalam rangka peringatan Kenaikan Yesus Kristus. Peningkatan ini mulai terlihat pada hari Rabu (13/5/2026) dan diprediksi akan terus berlanjut.
Berapa besar kenaikannya? Kenaikan volume lalu lintas di Tol Bali Mandara mencapai 16,58 persen, jauh di atas rata-rata normal yang hanya sekitar 54.704 kendaraan per hari. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata ke Pulau Dewata.
Di mana saja lonjakan terjadi? Selain di Bali, peningkatan trafik juga terpantau di ruas tol regional lain di luar Pulau Jawa. Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Prambanan mencatat lonjakan tertinggi mencapai 39,07 persen, dengan total 15.686 kendaraan.
Mengapa terjadi peningkatan? Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah nusantara seiring dengan adanya hari libur panjang. Masyarakat memanfaatkan momentum libur untuk melakukan perjalanan ke destinasi favorit mereka.
Bagaimana dampaknya terhadap jaringan tol lain? Dikutip dari Kompas, secara kumulatif Jasa Marga mencatat total 200.631 kendaraan melintasi berbagai Ruas Tol Regional Nusantara pada periode yang sama. Angka ini mencerminkan tren kenaikan trafik di luar Jawa yang cukup signifikan.
"Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 10,1 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas (lalin) pada periode normal sebanyak 182.221 kendaraan," kata Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division, Tyas Pramoda Wardhani.