TREN.BISNISMARKET.COM - PT KAI Commuter mengambil langkah proaktif dengan menambah frekuensi perjalanan Commuter Line yang melayani rute vital Yogyakarta menuju Palur. Penambahan layanan ini dijadwalkan mulai berlangsung pada hari Kamis, 14 Mei hingga Minggu, 17 Mei 2026.

Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap potensi lonjakan signifikan dalam volume pengguna jasa transportasi kereta api selama periode libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Total terdapat empat perjalanan tambahan yang akan dioperasikan oleh KAI Commuter setiap harinya sepanjang masa libur panjang tersebut. Kebijakan ini secara kolektif meningkatkan kapasitas layanan harian antara Yogyakarta dan Solo menjadi total 31 perjalanan per hari.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa penambahan jadwal operasional ini merupakan antisipasi rutin berdasarkan tren peningkatan penumpang setiap kali terjadi libur nasional.

"Pada waktu-waktu libur panjang, volume pengguna Commuter Line Yogyakarta kerap mengalami peningkatan. Untuk itu, KAI Commuter Area 6 Yogyakarta kembali mengoperasikan perjalanan tambahan Commuter Line Yogyakarta-Palur," ujar Karina Amanda.

Peningkatan jumlah layanan ini didasarkan pada evaluasi data historis selama libur Hari Buruh sebelumnya, di mana tercatat rata-rata volume harian mencapai 34.000 penumpang. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan mobilitas sebesar enam persen dibandingkan dengan pergerakan pada akhir pekan reguler.

Selain fokus pada rute utama Yogyakarta-Palur, KAI Commuter juga menjamin bahwa sepuluh perjalanan Commuter Line Prameks akan tetap beroperasi sesuai jadwal normalnya selama masa libur panjang tersebut. Layanan Prameks ini melayani koridor Yogyakarta menuju Kutoarjo, dengan keberangkatan pertama pukul 06.40 WIB, dan sebaliknya dari Kutoarjo pukul 05.10 WIB.

Stasiun Yogyakarta diperkirakan akan tetap menjadi titik paling padat selama periode ini, dengan estimasi jumlah penumpang harian berkisar antara 9.000 hingga 10.000 orang. Sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan di area Malioboro, penumpang disarankan mempertimbangkan Stasiun Lempuyangan yang volume perjalanannya lebih rendah, yaitu sekitar 4.000 hingga 5.000 penumpang.

Manajemen perusahaan secara tegas mengingatkan seluruh calon penumpang agar selalu mematuhi semua peraturan yang berlaku demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama, baik saat berada di dalam rangkaian kereta maupun di area stasiun.