TREN.BISNISMARKET.COM - Perwakilan dari Apple, termasuk Managing Director Apple Asia Pacific, Mike Orgill, telah melakukan pertemuan dengan Menteri Komunikasi Digital (Komdigi), Meutya Hafid, dan jajarannya di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas implementasi regulasi baru pemerintah mengenai tata kelola digital.

Fokus utama dari diskusi tersebut adalah mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2025, yang dikenal sebagai PP Tunas, tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Regulasi ini menjadi landasan hukum baru bagi platform digital dalam memastikan keamanan bagi pengguna di bawah umur.

Dalam pertemuan tersebut, Komdigi menerima daftar 14 layanan dan fitur produk dari Apple yang akan menjalani proses verifikasi kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan dalam PP Tunas. Layanan yang dimaksud mencakup berbagai platform populer seperti iMessage, Safari, Siri, Apple Music, dan Apple TV.

"Empat belas layanan dan fitur produk Apple telah disampaikan kepada kami," ujar Meutya Hafid, dalam keterangan resminya yang dikutip Kamis (2/7/2026). Hal ini mengindikasikan keseriusan kedua belah pihak dalam menindaklanjuti regulasi tersebut.

Setiap layanan digital yang diajukan oleh Apple akan dievaluasi secara terpisah, dengan mempertimbangkan karakteristik unik, fitur spesifik, serta potensi risiko yang mungkin dihadapi oleh anak-anak. Proses evaluasi ini penting untuk menentukan klasifikasi risiko masing-masing fitur.

Komdigi menargetkan bahwa proses verifikasi dokumen yang telah diserahkan oleh Apple tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu sekitar satu bulan ke depan. Hasil dari evaluasi ini akan menjadi dasar penentuan tingkat risiko layanan.

Mike Orgill menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak merupakan prioritas utama bagi perusahaan teknologi global tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif pemerintah Indonesia dalam memperkuat ekosistem digital yang aman bagi generasi muda.

"Kami percaya pelindungan anak merupakan prioritas utama. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Ibu Menteri Meutya dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital. Kami juga siap berdiskusi apabila masih terdapat pertanyaan selama proses evaluasi berlangsung," kata Mike Orgill.

Lebih lanjut, Apple turut memaparkan upaya pengembangan fitur keamanan digital yang akan diperkuat melalui pembaruan sistem operasi pada akhir tahun ini. Salah satu pengembangan tersebut adalah penguatan fitur kontrol orang tua yang lebih komprehensif.