TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis data mengenai pergerakan wisatawan nasional (wisnas) Indonesia ke luar negeri pada periode Mei 2026. Data tersebut menunjukkan adanya kontraksi signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan yang tercatat mencapai angka 14,49% jika dibandingkan dengan data pada bulan April 2026. Selain itu, angka ini juga lebih rendah 6,05% jika dibandingkan dengan catatan pada Mei 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, memaparkan bahwa total perjalanan wisnas pada Mei 2026 hanya mencapai 550.382 perjalanan. Angka ini mengindikasikan adanya hambatan serius bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan internasional.

"Secara umum menurunnya wisatawan nasional tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan harga tiket penerbangan akibat naiknya harga avtur dan juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara tujuan utamanya," kata Ateng Hartono saat konferensi pers pada Selasa (1/7/2026).

Penurunan tajam ini terjadi setelah bulan April 2026, di mana jumlah perjalanan wisnas sempat mencapai angka yang lebih tinggi, yakni 643.661 perjalanan. Secara historis, periode pasca-puncak musim haji seringkali menunjukkan penurunan serupa.

Berbanding terbalik dengan tren perjalanan ke luar negeri, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di dalam negeri justru menunjukkan performa positif yang membanggakan. BPS mencatat terjadi peningkatan signifikan dalam aktivitas pelancongan domestik.

Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisnus di Tanah Air berhasil menyentuh angka 106,16 juta perjalanan. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 8,83% dibandingkan April 2026, serta tumbuh 8,69% dari Mei 2025.

Secara kumulatif, akumulasi perjalanan wisnus dari Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 523,22 juta perjalanan. Pertumbuhan ini merefleksikan kenaikan sebesar 2,86% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Capaian kunjungan wisnus Januari sampai dengan Mei tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2021," ujar Ateng Hartono, menegaskan bahwa sektor pariwisata domestik sedang berada pada momentum pemulihan yang kuat.