TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta – Menghadapi iklim suku bunga yang cenderung meningkat, bank digital seperti Superbank tak tinggal diam. Lembaga keuangan ini telah menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga likuiditas, menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK), serta menyalurkan pembiayaan kepada nasabah.
President Director Superbank, Tigor M. Siahaan, menjelaskan bahwa bank digital terus berupaya menghadirkan inovasi dalam layanan dan produk. Inovasi ini dirancang agar relevan dengan kebutuhan nasabah yang semakin cerdas, selektif, dan membutuhkan fleksibilitas dalam bertransaksi.
Salah satu pilar strategi Superbank adalah pemanfaatan integrasi dan ekosistem yang kuat dengan Grab dan OVO. Kemitraan ini menjadi sumber pertumbuhan bisnis yang signifikan bagi bank digital tersebut.
"Superbank konsisten memberikan bunga deposito yang menarik di angka 7,5%," ujar Tigor M. Siahaan, menekankan daya tarik produk simpanan mereka.
Di sisi lain, Superbank secara agresif memaksimalkan pemanfaatan teknologi digitalisasi. Hal ini mencakup penggunaan data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan jumlah basis nasabahnya.
Seluruh strategi bisnis yang dijalankan Superbank di era suku bunga tinggi ini dibahas lebih mendalam dalam dialog Shania Alatas dengan President Director Superbank, Tigor M. Siahaan. Pembahasan tersebut tayang dalam program Power Lunch di CNBC.
Perbincangan mendalam mengenai strategi bisnis bank digital di tengah tantangan suku bunga tinggi ini disiarkan pada hari Jumat, 10 Juli 2026.
Dikutip dari CNBC Indonesia, pemaparan strategi ini memberikan gambaran bagaimana bank digital beradaptasi dengan kondisi ekonomi terkini.