TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika pasar keuangan global. Gejolak ini menciptakan ketidakpastian yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar.
Meskipun demikian, terjadi tren normalisasi pada pasar keuangan internasional. Pasar Amerika Serikat, Korea, hingga China mulai menunjukkan penyesuaian terhadap isu-isu geopolitik tersebut.
Hal ini disebabkan oleh pergeseran fokus investor secara global. Saat ini, perhatian mereka mulai teralihkan pada isu-isu perkembangan teknologi terkini.
Tren teknologi yang kini mendominasi perhatian investor mencakup kecerdasan buatan (AI) serta industri semikonduktor dan produk turunannya. Perkembangan di sektor ini dinilai memiliki potensi besar.
"Perkembangan perang Timur Tengah masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan global," ujar Farash Farich, Chief Investment Officer BNI Asset Management.
"Meski demikian mulai terjadi normalisasi di pasar keuangan global termasuk pasar AS, Korea hingga China terkait isu Timur Tengah mengingat saat ini investor mulai 'sibuk' mencermati isu terkait perkembangan teknologi, AI hingga semikonduktor dan turunannya," tambahnya.
"Lalu seperti apa arah pengelolaan dana MI menghadapi perkembangan sentimen dalam dan luar negeri?" tanyanya kepada Andi Shalini dalam program Squawk Box CNBC Indonesia.
Analisis mendalam mengenai strategi pengelolaan dana oleh Manajer Investasi (MI) dalam menghadapi sentimen pasar domestik dan internasional dibahas dalam kesempatan tersebut.
Perluasan cakupan analisis ini penting untuk memahami bagaimana para profesional mengelola aset di tengah kondisi yang dinamis.