TREN.BISNISMARKET.COM - Industri e-commerce saat ini menempatkan kecepatan sebagai standar baru, di mana pelanggan mengharapkan personalisasi pengalaman belanja yang tinggi, kemudahan transaksi, serta pengiriman yang kilat. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk mampu mengolah volume data masif dan membuat keputusan secara real-time.
Perubahan fundamental ini tidak hanya merevolusi model bisnis, tetapi juga mengubah paradigma kerja sumber daya manusia dalam organisasi. Oleh karena itu, Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi fondasi esensial untuk meningkatkan kecepatan kerja tim, pengambilan keputusan berbasis data yang lebih meyakinkan, dan efektivitas inovasi.
Menanggapi dinamika tersebut, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan teknologi AI ke seluruh ekosistem bisnisnya. Implementasi ini bertujuan utama untuk memperkuat produktivitas dan meningkatkan kualitas operasional di berbagai lini perusahaan.
Integrasi AI diterapkan secara menyeluruh, meliputi platform digital, jaringan toko fisik, sistem pembayaran, hingga layanan logistik yang menjadi tulang punggung distribusi barang. Dengan dukungan teknologi ini, tim internal dapat mengurangi waktu yang terbuang pada tugas-tugas repetitif.
Hal ini memberikan ruang lebih besar bagi para talenta untuk berfokus pada kolaborasi, pengembangan inovasi, serta perancangan pengalaman terbaik yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan.
COO dan Co-Founder Blibli, Lisa Widodo, menegaskan bahwa kecepatan layanan adalah standar mutlak dalam dunia e-commerce modern. Kecepatan ini harus dibarengi dengan kemampuan perusahaan mengelola data besar dan merespons secara instan.
"Di Blibli, kami memandang AI sebagai enabler yang memperkuat kapabilitas manusia, membantu tim kami mengolah data menjadi insight yang lebih cepat dan akurat sehingga mereka dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan bekerja lebih produktif," ungkap Lisa Widodo dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).
Lisa Widodo melanjutkan bahwa fokus utama pemanfaatan AI adalah untuk mengoptimalkan kinerja talenta manusia, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam memberikan nilai tambah kepada pelanggan. "Dengan demikian, mereka dapat lebih fokus menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan. Bagi kami, nilai AI terletak pada bagaimana AI membantu mengoptimalkan kinerja talenta manusia," ungkap Lisa Widodo dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).
Di sisi pelanggan, AI berperan aktif dalam menghadirkan rekomendasi produk yang sangat personal dan meningkatkan akurasi fungsi pencarian barang. Teknologi ini juga digunakan untuk mengoptimalkan manajemen inventori dan mendukung pengambilan keputusan operasional secara real-time demi pengalaman belanja yang mulus (seamless).