TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) melalui Kepala Badan, Dony Oskaria, tengah menginisiasi upaya perampingan struktur korporasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Langkah strategis ini merupakan bagian dari agenda streamlining yang menyasar 67 anak usaha yang dimiliki oleh Telkom saat ini.
Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, menyampaikan bahwa target akhir dari restrukturisasi ini adalah menyisakan 19 entitas bisnis saja di bawah naungan Telkom Group. Proses ini akan melibatkan penutupan sejumlah unit bisnis yang dinilai tidak efisien atau tumpang tindih dalam operasionalnya.
"Saya lupa 12 atau 14 (Perusahaan yang ditutup)," ujar Dony Oskaria saat dimintai keterangan usai menghadiri rapat dengan Komisi VI di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Senin, 8 Juni 2026.
Proses transformasi ini diperkirakan akan memengaruhi sebanyak 48 anak usaha yang akan melalui skema konsolidasi. Konsolidasi tersebut dapat berbentuk penggabungan melalui merger atau pelikuidasian unit bisnis yang dianggap perlu.
Tujuan utama dari konsolidasi ini adalah menyatukan usaha-usaha yang memiliki kesamaan lini bisnis agar dapat beroperasi lebih terfokus dan selaras dengan bisnis inti perusahaan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Manajemen Telkom telah memaparkan serangkaian langkah strategis kepada BP BUMN, termasuk divestasi, likuidasi, dan pembentukan enterprise holding baru. Semua agenda ini diarahkan untuk memperkuat fokus Telkom sebagai strategic holding digital.
Dony menegaskan komitmen bahwa meskipun terjadi merger besar-besaran dan penutupan unit usaha, kebijakan ini tidak akan menimbulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Karyawan dari anak usaha yang terdampak akan dialihkan dan dipekerjakan kembali di perusahaan hasil merger.
"Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger, gitu," tutup Dony Oskaria.
Sebelumnya, Dony telah mengadakan pertemuan dengan Direktur Portfolio/Bisnis PT Telkom Indonesia di Wisma Danantara Indonesia untuk membahas pembaruan pelaksanaan streamlining tersebut.