TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan konsep inovatif bernama Hybrid Eco-Engineering sebagai strategi utama untuk meningkatkan ketahanan kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman abrasi yang semakin parah. Langkah ini diambil sejalan dengan persiapan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di Teluk Jakarta yang dijadwalkan memulai tahap awal pada Oktober 2026.

Upaya perlindungan pesisir ini dirancang untuk mengadopsi pendekatan yang berkelanjutan dan terintegrasi, menggabungkan struktur buatan manusia dengan solusi alami. Strategi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas jangka panjang dalam menghadapi dinamika lingkungan pesisir yang kompleks.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Dinar Catur Istiyanto, menekankan pentingnya penggabungan antara struktur keras (hard structure) dan solusi berbasis alam. Kombinasi ini dinilai lebih efektif jika disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di setiap lokasi pesisir.

BRIN telah berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk menentukan lokasi riset terapan. Lokasi yang disepakati adalah pembangunan demonstration plot (demplot) breakwater di Pantai Sederhana, Bekasi, yang telah memenuhi aspek Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL).

"Di sana, kami mengusung konsep Hybrid Eco-Engineering," kata Dinar dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).

Rencana teknis demplot ini mencakup pembangunan breakwater sepanjang 100 meter yang akan menggunakan lapis lindung inovatif bernama BRINlock. Struktur beton ini selanjutnya akan diintegrasikan dengan upaya rehabilitasi ekosistem melalui penanaman mangrove sebagai pelindung alami.

Proses implementasi fisik ini memerlukan kesiapan data teknis yang matang, termasuk pengukuran batimetri dan pengumpulan data kondisi tanah di lokasi. BRIN tengah memproses finalisasi anggaran riset agar pekerjaan lapangan dapat segera dimulai.

"Proposal risetnya sendiri sudah disetujui, dan kami sedang menunggu finalisasi persetujuan anggaran yang diharapkan rampung dalam satu hingga dua minggu ke depan," tambahnya.

Selain itu, Dinar juga menguraikan bahwa kerja sama sedang dijajaki terkait produksi unit lapis pelindung BRINlock. Kolaborasi ini melibatkan PT Semen Indonesia (Persero) atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi lainnya untuk memastikan ketersediaan material.