TREN.BISNISMARKET.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan perhatian serius terhadap perubahan strategi bisnis PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) yang kini merambah ke sektor perdagangan daging beku. Klarifikasi mendalam diminta dari perseroan terkait berbagai aspek operasional dan kemitraan.
Pemeriksaan oleh BEI mencakup model bisnis baru ini, yang meliputi identifikasi asal-usul pelanggan, detail pemasok, serta peran investor strategis. Pertanyaan juga diarahkan pada potensi kesamaan pelanggan dengan perusahaan lain di industri serupa, yaitu PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF).
Dalam surat jawabannya kepada otoritas bursa, TGUK mengakui adanya sebagian pelanggan yang diperoleh melalui jaringan investor strategis yang dimiliki. Perseroan juga mengonfirmasi bahwa beberapa pelanggannya memang memiliki kesamaan dengan pelanggan yang dimiliki oleh BEEF.
Namun, TGUK menegaskan bahwa tidak ada pengalihan kontrak atau perjanjian khusus yang mendasari penggunaan jaringan pelanggan tersebut. "Seluruh transaksi dilakukan langsung antara TGUK dengan pelanggan menggunakan mekanisme purchase order," demikian pengakuan perseroan.
Analisis data dari laporan keuangan menunjukkan indikasi bahwa setidaknya sembilan pelanggan TGUK juga tercatat sebagai pelanggan dari BEEF. Temuan ini menjadi salah satu poin penting dalam klarifikasi yang diminta BEI.
Selain itu, BEI juga menyoroti pihak-pihak yang berperan dalam mengenalkan pelanggan dan pemasok, keberadaan fasilitas gudang penyimpanan, sistem distribusi yang digunakan, hingga peran investor strategis dalam pengembangan bisnis baru ini.
Menanggapi hal tersebut, TGUK menjelaskan bahwa operasional bisnisnya didukung oleh gudang sewa dan fasilitas cold storage. Sementara itu, investor strategis disebut berperan dalam membuka akses ke jaringan pemasok dan pelanggan tanpa terlibat dalam operasional harian perusahaan.
Perseroan lebih lanjut mengungkapkan bahwa pelanggan dan pemasok diperkenalkan oleh Direktur Operasional Edi Pramono. "Beliau memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di industri perdagangan daging, yang menjadi modal penting dalam membangun jaringan bisnis frozen meat ini," demikian penjelasan TGUK.
Sorotan BEI terhadap model bisnis baru TGUK ini muncul setelah perseroan mencatat lonjakan kinerja finansial yang signifikan pada kuartal I-2026. Lonjakan ini terjadi tak lama setelah perusahaan melakukan pivot bisnis dari penjualan minuman manis menjadi fokus pada daging beku.