- TREN.BISNISMARKET.COM -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan tipis sebesar 0,30%, mengakhiri perdagangan Kamis (23/7) di level 6.315,31. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual yang cukup signifikan dari investor asing.
Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, ASII, dan TLKM menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada hari itu. Namun, kenaikan harga saham MPRO, BUMI, dan AMMN berhasil menahan pelemahan indeks agar tidak semakin dalam.
Investor asing tercatat melakukan jual bersih senilai Rp712,21 miliar di pasar reguler. Jika diakumulasikan di seluruh pasar, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp1,22 triliun.
Pergerakan sektoral menunjukkan adanya tekanan pada empat dari sebelas sektor yang ada. Sektor industri membukukan pelemahan terdalam sebesar 1,32%. Sebaliknya, sektor properti tampil sebagai sektor terkuat dengan kenaikan mencapai 3,13%.
Sentimen global turut memberikan pengaruh terhadap pasar saham domestik. Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah, dengan Dow Jones turun 0,97%, S&P 500 terkoreksi 1,21%, dan Nasdaq mengalami penurunan 2,15%.
"Pelaku pasar turut mencermati perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat serta kenaikan harga minyak dunia yang meningkatkan kehati-hatian di pasar," demikian kutipan dari artikel asli. Perkembangan ini juga tercermin pada ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia yang masing-masing turun 2,13% dan 1,76%.
Dalam ranah korporasi, Geoprima Solusi (GPSO) mengumumkan langkah ekspansi bisnisnya ke pasar Asia. Fokus utama perusahaan adalah pada bisnis komponen mekanikal untuk pasar sekunder atau aftermarket.
Transformasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan setelah bergabung dengan Tjokro Group, memperluas jangkauan bisnis dari original equipment manufacturer (OEM) ke distributor, peritel, dan pelaku industri. Perusahaan berharap dapat memperkuat sumber pendapatan melalui permintaan aftermarket yang cenderung berulang dan stabil.