TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih, seperti model Mythos dari Anthropic, mulai memicu kekhawatiran global mengenai potensi dampaknya terhadap sektor keuangan. Negara-negara di berbagai belahan dunia kini meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap risiko sistemik yang mungkin ditimbulkan oleh inovasi teknologi ini.
Menyusul peringatan serupa di Hong Kong, kini giliran Jepang yang secara khusus mengeluarkan perhatian serius yang diarahkan langsung kepada industri perbankan nasional. Kekhawatiran utama berpusat pada kemampuan AI baru dalam mengidentifikasi kelemahan perangkat lunak dengan sangat cepat.
Ketua lobi perbankan Jepang menggarisbawahi bahwa jika model AI yang sangat mutakhir ini benar-benar menimbulkan ancaman serius pada stabilitas sistem perbankan, lembaga pemberi pinjaman di Jepang mungkin terpaksa mengambil langkah drastis. Langkah tersebut termasuk memberhentikan sementara layanan esensial yang selama ini menjadi tulang punggung operasional perbankan.
Layanan yang berpotensi mengalami penangguhan tersebut mencakup mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta layanan perbankan digital melalui aplikasi mobile banking. Hal ini merupakan bentuk antisipasi proaktif guna memitigasi potensi serangan siber yang masif dan terkoordinasi.
Model AI mutakhir, seperti yang dikembangkan oleh Anthropic, diketahui memiliki kemampuan untuk dengan cepat mengidentifikasi kerentanan (vulnerability) dalam kode sumber perangkat lunak. Kemampuan ini memicu kekhawatiran besar mengenai potensi terjadinya gelombang serangan siber yang belum pernah terantisipasi sebelumnya.
Masahiko Kato, yang menjabat sebagai ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus presiden Mizuho Bank, menyampaikan kekhawatirannya dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini. "Ada kekhawatiran tentang peningkatan serangan siber canggih yang melampaui apa yang telah diantisipasi," kata Masahiko Kato, dikutip dari Reuters, Jumat (19/6/2026).
Kato melanjutkan bahwa penangguhan layanan mungkin menjadi opsi terakhir yang harus diambil demi menjaga keamanan dana nasabah. "Layanan tertentu seperti ATM dapat ditangguhkan secara proaktif untuk melindungi aset pelanggan," tambahnya.
Anthropic sendiri telah memberikan peringatan signifikan saat peluncuran model Mythos pada bulan April lalu. Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa produk AI mereka telah berhasil menemukan ribuan kerentanan dalam perangkat lunak.
Temuan tersebut mencakup kelemahan di setiap sistem operasi dan peramban web utama yang digunakan secara global. Anthropic juga secara terbuka menyatakan bahwa dampak penyebaran teknologi ini bisa berpotensi sangat parah jika jatuh ke tangan yang salah.