TREN.BISNISMARKET.COM - Giovanni Ferrero saat ini menempati posisi terhormat dalam daftar miliarder dunia yang dirilis Forbes, menjadikannya orang terkaya kedua di Italia. Sosok ini berhasil membangun kekayaan bersih yang fantastis, mencapai US$47,3 miliar, yang menempatkannya di urutan ke-38 secara global.
Kekayaan tersebut bersumber dari kepemimpinan dan pengembangan Ferrero Group, sebuah konglomerat makanan dan cokelat yang produknya mendunia. Grup ini merupakan rumah bagi merek-merek cokelat paling populer di seluruh dunia yang dikenal oleh hampir semua kalangan.
Beberapa produk ikonik yang berada di bawah naungan Ferrero Group termasuk Nutella, Kinder, Ferrero Rocher, TicTac, dan merek Amerika, Butterfinger. Produk-produk ini menjadi pilar utama dalam dominasi pasar makanan manis global yang dikelola Giovanni.
Giovanni Ferrero mengambil peran sentral dalam perusahaan sebagai CEO tunggal setelah tragedi meninggalnya sang saudara, Pietro Ferrero, pada tahun 2011. Pengambilalihan kepemimpinan ini menandai babak baru bagi perjalanan perusahaan cokelat tersebut.
Setelah wafatnya sang ayah, Michele Ferrero, pada tahun 2015, Giovanni semakin memperkuat cengkeramannya dengan mengambil alih kendali penuh perusahaan sebagai Executive Chairman. Langkah ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemegang tampuk kekuasaan tertinggi.
Perluasan bisnis dilakukan secara strategis, termasuk akuisisi perusahaan cokelat asal Inggris, Thornton, pada tahun yang sama dengan nilai akuisisi mencapai US$170 juta, atau setara Rp2,6 Triliun. Ini menunjukkan ambisi Giovanni untuk terus berekspansi secara internasional.
Pada tahun 2018, setelah memutuskan fokus pada peran Executive Chairman, Giovanni melanjutkan ekspansi besar dengan mengakuisisi Butterfinger dan unit bisnis permen Nestle, yaitu Babyruth. Transaksi ini bernilai fantastis sebesar US$2,8 miliar (sekitar Rp43 triliun).
Di luar urusan bisnis yang sangat sukses, Giovanni Ferrero juga memiliki sisi lain sebagai seorang novelis yang telah menerbitkan delapan buku. Meskipun demikian, ia dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga kerahasiaan kehidupan pribadinya dari sorotan publik.
Akar dari kerajaan bisnis ini tertanam kuat pada masa Perang Dunia II, ketika Pietro Ferrero, kakek Giovanni, mengembangkan produk berbahan dasar hazelnut sebagai solusi alternatif karena kelangkaan cokelat. Inovasi ini menjadi cikal bakal lahirnya salah satu perusahaan cokelat terbesar di dunia beberapa dekade kemudian.