TREN.BISNISMARKET.COM - Pergantian tampuk kepemimpinan terjadi di PT Pelita Air Service (PAS), maskapai penerbangan milik PT Pertamina (Persero). Faik Fahmi kini resmi memegang posisi Direktur Utama, menggantikan Dendy Kurniawan.
Dendy Kurniawan sendiri tidak meninggalkan BUMN, melainkan bergeser posisi strategis menjadi Direktur Komersial di PT Kereta Api Indonesia (Persero). Rotasi jabatan ini efektif per 30 Juni 2026.
Penunjukan Faik Fahmi disambut positif oleh industri penerbangan nasional. Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyatakan harapan besar terhadap kepemimpinan baru ini.
"Penunjukan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pertumbuhan Pelita Air sebagai maskapai nasional yang terus berkomitmen menghadirkan layanan penerbangan yang aman, andal, dan berkualitas," tulis INACA dalam keterangan resminya pada Selasa (7/7/2026).
Faik Fahmi memiliki rekam jejak yang panjang di sektor aviasi, terutama di ranah pengelolaan bandara. Sebelum memimpin Pelita Air, ia merupakan figur sentral di PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, sebelum keduanya merger menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
Sebelum menakhodai InJourney Airports, Faik pernah menjabat sebagai Direktur Komersial di PT Angkasa Pura II. Pengalaman ini melengkapinya sebelum akhirnya ia kembali memimpin belasan bandara di bawah naungan InJourney Airports sejak tahun 2017 hingga Mei 2025.
Tidak hanya di sektor udara, Faik juga sempat berkiprah di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain. Ia pernah menduduki posisi Direktur Usaha Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), bahkan sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ASDP pada tahun 2016.
Setelah masa baktinya di pengelolaan bandara berakhir, Faik Fahmi kemudian dipercaya memegang peran sebagai Ketua atau Chairman Indonesia Aviation Association (IAA), organisasi yang baru dibentuk pada akhir Januari 2026. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Advisory Board Hong Kong Super Terminal Expo.
Pelita Air Service sendiri merupakan maskapai yang awalnya didirikan untuk mendukung kebutuhan operasional Pertamina, mencakup eksplorasi, eksploitasi, kargo, serta transportasi personel migas. Maskapai ini mulai mengaktifkan kembali layanan penerbangan berjadwalnya pada April 2022.