TREN.BISNISMARKET.COM - Harga komoditas energi global terpantau mengalami tren penurunan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan adanya upaya diplomasi untuk mengakhiri ketegangan yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah.

Perdagangan minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan menembus level di bawah 82 dolar Amerika Serikat per barel, menyusul koreksi tajam lebih dari 7% yang terjadi pada hari Senin.

Sementara itu, harga minyak jenis Brent juga mencatat penurunan paling drastis dalam kurun waktu lebih dari tiga bulan terakhir, dengan penutupan perdagangan berada di kisaran 88 dolar Amerika Serikat.

Keputusan Presiden Trump untuk menunda rencana serangan terhadap Republik Islam Iran disampaikan sebagai upaya memberikan ruang lebih bagi proses negosiasi, sebagaimana dilaporkan oleh Axios.

Meskipun demikian, masih menjadi pertanyaan besar apakah dialog substantif yang berarti telah terjalin antara kedua negara yang bersitegang tersebut.

Pasar minyak mentah global memang telah menunjukkan volatilitas yang ekstrem sepanjang bulan ini, dengan lonjakan harga yang sempat terjadi akibat meningkatnya tensi antara Washington dan Teheran.

Eskalasi konflik ini juga sempat merembet hingga ke wilayah Laut Merah, namun dalam beberapa hari terakhir, harga mulai terkoreksi seiring dengan meredanya ketegangan secara umum.

Para pelaku pasar komoditas energi tetap memantau situasi dengan kewaspadaan tinggi, terutama karena aktivitas pelayaran kapal tanker melalui jalur strategis Selat Hormuz belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal.

"Presiden Trump mengatakan, telah memutuskan untuk menunda serangan terhadap Republik Islam Iran guna memberikan kesempatan lagi bagi negosiasi," demikian kutipan yang dilansir dari Bloomberg News.