TREN.BISNISMARKET.COM - Kisah inspiratif datang dari San Francisco, Amerika Serikat, di mana mantan penegak hukum bernama Paul Alex memutuskan untuk meninggalkan kariernya di kepolisian. Keputusan berani ini ia ambil demi mengejar peluang bisnis yang menjanjikan di sektor jaringan anjungan tunai mandiri (ATM).

Transformasi finansial yang dialami Alex terbilang luar biasa, di mana ia berhasil mengumpulkan kekayaan bersih mencapai US$12 juta, atau setara dengan sekitar Rp216 miliar. Kesuksesan ini ia raih setelah menanggalkan seragam kepolisiannya dan fokus sepenuhnya pada bisnis aset bergerak tersebut.

Dilansir dari The Sun US pada Minggu (5/7/2026), rekam jejak Alex saat masih bertugas di kepolisian sangat cemerlang. Ia pernah mengemban tugas sebagai detektif di Satuan Tugas Narkotika sebelum akhirnya bergabung dengan Unit Korban Khusus dan meraih berbagai penghargaan sebagai personel berprestasi.

Sebagai seorang polisi pada tahun 2020, Alex tercatat menerima gaji tahunan sebesar US$133.000, belum termasuk bonus dan tunjangan lainnya, sehingga total pendapatannya mencapai US$272.000 per tahun. Namun, di balik gaji menggiurkan tersebut, ia merasa keseimbangan antara kehidupan profesional dan personalnya mulai terganggu.

Alex mengungkapkan bahwa ia terpaksa harus bekerja dalam durasi yang sangat panjang, berkisar antara 60 hingga 100 jam hampir setiap pekannya. Kondisi ini mendorongnya untuk mencari alternatif investasi yang memungkinkan ia mengalokasikan gaji bulanannya untuk kebutuhan lain di luar biaya hidup pokok.

Ia kemudian memutuskan untuk mencari investasi aset bergerak yang dianggap lebih fleksibel, sempat mempertimbangkan properti sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada bisnis mesin ATM. Ide ini pertama kali muncul dari seorang rekan kerjanya pada tahun 2017, yang kemudian mendorong Alex untuk melakukan riset mendalam.

Bisnis ATM ini memang sangat berbeda dengan latar belakang penegakan hukum yang ia miliki, namun Alex tertarik karena modal awal yang dibutuhkan relatif kecil, sekitar US$3.000 per mesin, dengan risiko yang dianggap minim. Keuntungan lainnya adalah mesin ATM dapat dengan mudah dipindahkan jika lokasi penempatan ternyata kurang strategis.

Pada tahun 2018, Alex secara resmi memulai bisnisnya dengan mengambil cuti selama dua minggu untuk melakukan survei lokasi penempatan strategis. Ia memfokuskan pencarian pada area-area ramai seperti kawasan turis, klub malam, dan restoran yang memiliki potensi transaksi tinggi.

"Ketika pertama kali memulai bisnis ini, saya banyak mendapat penolakan. Sangat sulit bagi saya untuk bekerja [sebagai polisi] ketika harus berpikir keras soal bisnis sampingan ini," cerita Alex mengenai tantangan awal yang ia hadapi.