TREN.BISNISMARKET.COM - Harga emas dunia terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan pekan lalu, memberikan sinyal positif bagi para pelaku pasar. Pergerakan ini menarik perhatian untuk memprediksi arah harga logam mulia di minggu mendatang.

Pada Jumat (24/7/2026), pasar spot emas internasional mencatatkan penutupan di level US$ 4.052 per troy ons. Angka ini menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,06% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Secara akumulatif sepanjang pekan, harga emas berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 0,87% jika diukur secara point-to-point.

Perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas. Ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut kerap kali membuat emas diburu sebagai aset safe haven.

Kondisi ini dipicu oleh jeda serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran setelah berlangsung selama 13 hari tanpa henti. Pihak Washington sendiri belum memberikan penjelasan resmi mengenai penghentian serangan tersebut.

Di sisi lain, Iran juga menunjukkan sikap menahan diri. Teheran dilaporkan tidak melancarkan aksi balasan militer, terutama setelah adanya pembicaraan dengan Oman mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Pembicaraan antara Iran dan Oman ini membuka potensi adanya alternatif rute pengiriman minyak mentah. Hal ini dapat berdampak pada dinamika pasar energi global.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, pergerakan harga emas di pasar spot pada Jumat (24/7/2026) ditutup menguat tipis 0,06% menjadi US$ 4.052 per troy ons.

"Secara mingguan, harga emas mencatat kenaikan 0,87% secara point-to-point," demikian dilaporkan oleh sumber berita.